SM Kindergarten

Di sebuah Tk ada berpuluh puluh anak Tk. Di sebuah kelas tengah berlangsung tanya jawab mengenai cita cita. Nah beginilah kira kira percakapannya.
“Anak anak hari ini seosangnim ingin bertanya tentang cita cita kalian, nah kita mulai dari Leeteu!”
“Cita cita ku ingin menjadi orang yang baik dan pemimpin yang di sukai orang orang ^^” Leeteuk tersenyum angel smilenya nongol.
Plok plok
“Wah bagus sekali bagaimana denganmu Hyuk?”
“Kalo aku ingin berkeliling dunia!!” Hyuk tersenyum senang.
“Bagaimana bisa? Kau ingin berkeliling dunia tapi jarang mandi!!” ucap Kyuhyun.
“Ya!! Kau tidak sopan!!” omel Hyuk.
“Hei sudah sudah!! Kyu kau ingin menjadi apa??”
“Aku? Tentu saja jadi gamer profesional dong~~”
“kalau kamu Hyeonri?”
“Aku ingin jadi dokter anak!! Jadi anak anak yang sakit bisa aku sembuhkan!!” uvap Hyeonri riang gembira.
“Wah cita cita mu bagus ^^” puji Donghae
“Komapta >//<”
“Hae ingin jadi apa?”
“Aku ingin jadi seorang pria yang bisa romantis untuk wanita yang kucintai..” Donghae menatap Hyeonri dengan tatapan cintanya.
“Aish menggelikan sekali mereka saling jatuh cinta..” Cibir Heechul.
“Ditha ingin jadi apa?”
“Aku ignin jadi pelukis terkenal dan wanita tercatik di dunia!!”
“Hei!! Itu cita citaku!!” Pekik Heechul.
“Aku duluan!! Weeeek!!” Ditha menjulurkan lidahnya.
“Gak mau !!! itu cita citaku!!” Pekik Heechul
Mereka mulai berkelahi.
“Hei!! Jangan berkelahi!” lerai Seosangnim.
“Sudahlah seosangnim mereka bisa baikan lagi kok~~ namanya juga anak anak” ucap Kyuhyun santai.
“Haa baiklah Yesung mau jadi apa?”
“Aku.. ingin menjadi penyanyi terkenal..”
“Hany?”
“Aku mau jadi pemilik café dan koki terkenal jadi ketika suamiku pulang sehabis bernyanyi di tv aku akan memasakkannya makanan yang enak” Hany ngelirik Yesung.
“Eaa ini lagi pasangan romantis” ucap Kangin.
“Kalau kau Kangin?”
“Aki ingin jadi pria keren jadi di kejar kejar yeoja cantik”
“Para wanita berhati hatilah dengan Kangin” Ucap Ririn.
“Ririn mau jadi apa?”
“Ririn mau jadi penulis terkenal!!”
“Kalo Siwon?”
“Dia mau jadi pastor..” celetuk Kyuhyun.
“Ya!! Tidak seosangnim aku ingin jadi penerus keluargaku..”ucap Siwon
“Ciee~~” ucap Kintan
“Nah? Kalo Ryeowook?”
“Aku mau jadi pemain piano terkenal! Jadi ibuku bisa bangga melihatku di tv!!”
“Wah hebat!” puji Rinhyo
“Gomawo X)”
“Rinhyo?” tanya Seosangnim.
“Aku mau jadi desainer dan buka butik yang terkenal di seluruh dunia!!” ucap Rinhyo
“Wah bagus sekali” puji Seosangnim
“Gomawo~ ntar Seosangnim beli baju baju di butikku ya ^^”
“Ne~~ ya! Rira!! Kenapa bawa laptop?” omel Seosangnim
“Lagi liat saham seosangnim “ ucap Rira.
“Ckck pasti cita cita mu jadi pengusaha kan?”
“Yup! Betul sekali! Pasti nanti aku kaya raya!! Hohohoho” Ucap Rira sombong.
Duit mulu pikiran lu Ra” Ucap Shindong.
“Biarin dari pada situ malkan mulu :P”
“Sudah sudah Shindong mau jadi apa?”
“Aku mau jadi aktor komedian!! Aku suka membuat orang tertawa!!”
“Bagus bagus Ya ampun!! Chaeri! Ngapain?”
“Lagi belah kodok seosangnim..” Ucap Chaeri polos.
“Jangan di kelas ini!!”
“Lalu?”
“BUANG!!”
“Yaaah~`” Chaeri berjalan keluar sambil membawa kodok yang bentuknya uda kagak genah.
“Selera makanku hilang” Gumam Shindong.
“Naah.. Hankyung ingin menjadi apa?”
“Aku ingin menjadi pengusaha makanan nanti akan kubuka restoranku sendiri untuk orang tuaku nama tokonya ‘Hankyung Beijing Fried Rice’”
“Wah~~ ntar seosangnim numpang makan ya ihihihi”
“Ah seosangnim makan mulu sama kayak Shindong..” ucap Sungmin
“Yee.. biarin nah Sungmin mau jadi apa?”
“Aku ingin jado orang hebat dan akan kuubah seluruh dunia menjadi warna pink!!”
“Waduh mikirinnya aja uda gawat!!” Ucap Siwon
“Hahaha tidak papa saya mendukungmu Sungmin” Ucap Kintan
“Kintan~~” Sungmin menatap Kintan
“Ya ampun!! Kim Kintan!! Sudah seosangnim katakan jangan pake kuteks disini!!” omel Seosangnim kesal.
“Hehehe mianhe seosangnim”
“Kintan.. cita citamu apa?”
“Aku mau jadi aktris terkenal.. semua namja jatuh cinta denganku ihihi” Kintan cekikikan.
“Sekarang kau yang lebih berbahaya Kintan..” Ucap Kyuhyun
“Ya! Gak sopan! Sini kau!!”
“Week” Kyuhyun ngacir
“Ya Kyuhyun!1” Kintan mengejar
“Kibum mau jadi apa?”
“Aku mau jadi aktor di tv seosangnim ^^”
“Hei! Kok aku gak ditanya?” Omel Chaeri
“Eh uda nongol toh” ucap seosangnim
“Iya seosangnim -____-“
“Ok Chaeri mau jadi apa?”
“Aku mau jadi dokter bedah!! Jadi bisa ngebedah orang gitu!! Asik deh!!” ucap Chaeri riang
Siiing… sepi..
“Sepertinya yang lebih berbahaya itu Chaeri deh” Ucap Donghae
“Enak aja! Itu mulya! Iya kan seosangnim?”
Semua anak menatap ke arah seosangnim
“Ya begitulah … ee… seosangnim ada janji!1 annyeong!!” Seosangnim ngacir
“Ya seosangnim pergi..” ucap Hyeonri
“Pokoknya aku yang cantik!!” Pekik Ditha
“Gak!1 aku!!” Pekik Heechul
“Hadeh saya Yesung..”
“Saya Hany..”
“Saya Hyeonri..”
“Saya Sungmin..”
“Dan saya nona muda Kintan!!”
Bletak!
“Ya!! Berlebihan!! Nona muda!!” omel semuanya. Kintan manyun
“Sampai jumpa!!”
The End

PERHATIAN PERHATIAN

ANNYEONG!!!
OK TUNGGU BENTAR

haiiiiiiii~~~
uda lama gak ketemu dengan kalian~~
ok kita langsung saja~~
berhubung aku uda selesai UN aku bakal ngelanjutin semua ff aku yang terbengkalai~~ hohohoho
tapi!!!!!
ada masalah nih~~
aku lagi butuh cast untuk Zhoumi dan Henry~~
ada yang berminat??
kalo yang mau komen aja sekalian tulis nama korea mau ama siapa dan sifat nya ^^
ok~~
bye bye
sekian dulu absenan aku~~

Secret Angel Part 7

Author Pov
“A..apa maksudnya ini?” Tanya Yesung bingung.
“Oppa maafkan aku..” Hany menunduk
“Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?” tanya Yesung
“Oppa maafkan aku…” air mata Hany hampir jatuh kalau tidak segera di hapusnya.
“Aku bingung han..” Yesung memeluk Hany
Sementara yang di luar dorm.
“eh mereka ngapain??” tanya Rira yang mendorong dorong Shindong karna gak keliatan.
“ssh diem dong Rira!!” omel Kangin
“Gak nampak oppa!!!” omel Ririn
“eh kalian pada ngapain??” Tanya Leeteuk yang baru datang bingung ngeliat dongsaeng dongsaeng nya bergerumul di depan dorm lantai 11
“Sss!!!! Diem!!!!” omel mereka
“Ya! Tidak sopan sekali denganku!! Aku leader disini!!” omel Leeteuk
“Tau deh yang tua~” goda Ditha
“Ya! Apa maksudmu Kim Ditha!!” Leeteuk bersiap menjitak Ditha.
“Semua menyingkir!!!” pekik Ryeowook yang emang deket pintu. Semua berusaha ngeloncat dan menghindar dari pintu karna tampaknya salah satu dari orang yang di dalam bakal keluar. Dan bener saja memang ada yang keluar dan ternyata yang keluar itu Hany sambil berlari.
“Han!! Mau kemana??” Hyeonri mau ngejar Hany
“Jangan Hyeon.. “ Cegat Hankyung
“Tapi oppa..”
“Jangan sekarang… kau tau kan tentang hal ini?” tanya Hankyung.
“Mm.. aku sudah tau..” Hyeonri mengangguk
“Nah ayo kita masuk..” Heechul mengajak yang lain masuk ke dalam.
Saat mereka masuk mereka melihat Yesung yang sudah terduduk lemas sambil menatap kedepan tatapan matanya kosong. Semua terdiam. Hening.
“oppa..” Kintan memanggil Yesung. Namun yesung tidak menoleh sedikit pun.
“Hyung…” panggil Siwon.
“Biarkan aku sendiri..” Yesung berjalan masuk ke dalam kamarnya.
“Jadi? Kita harus gimana?” tanya Hyeonri.
“Sudahlah kita biarkan saja dulu unntuk saat ini mereka butuh ketenangan..” gumam Leeteuk.
Sementara Hany……
Hany berlari tak perduli dengan arah yang akan ditujunya. Tanpa sengaja dia menabrak seorang pria.
“Ah mianhe…” Hany membungkuk.
“Noona?” Pria itu menatap Hany bingung.
“Taemin…” Air mata Hany jatuh juga.
“Kenapa menangis??”
“A.. aku tidak menangis..” Hany menghapus kasar air matanya. Taemin menarik Hany kepelukannya. Pelukan Taemin yang hangat.
“Kenapa? Kenapa noona seperti ini? Jangan bersedih kumohon..” gumam Taemin di telinga Hany sambil mengelus rambut Hany. Sedangkan Hany yang tidak kuat lagi akhirnya menangis dengan hebatnya di pelukan Taemin.
Tok tok tok
“Iya! Sebentar! Loh? Hany?” Key membuka pintu terkejut melihat Taemin membawa Hany pulang ke dorm mereka.
“Hai…” Ucap Hany.
“Hei!!! Kita kedatangan tamu istimewa!! Hyung!! Minho!!” pekik Key
“Hany??”
“Boleh aku menginap disini??”
“Tentu han dorm ini terbuka untukmu…” Onew tersenyum
Hany berjalan masuk yang di rangkul oleh Key dan Minho. Taemin melihat Hany tersenyum sesaat lalu mengikuti mereka masuk kedalam.
****
Kring….
“Ah yoboseyo?” Kintan mengangkat telponnya.
“KIM KINTAN!!!!! HANY MANA!!!” Manajer Kim berteriak dengan kerasnya.
“Ha? Tunggu bentar..” Kintan berjalan keluar lalu membuka pintu kamar hany & ditha. Saat dibuka hanya ada Ditha yang tengah pulasnya tidur.
“dia gak pulang emang kenapa??” tanya Kintan bingung.
“Cepat hidupkan tv!!!!” Perintah Manajer Kim
Kintan pun menghidupkan tv. Namun dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Hany dan Jaybeom tengah berada di dalam mobil berduaan. Ternyata Hany dan Jaybeom sudah ketauan tapi dia tidak menyangka akan secepat itu.
“oh cepat juga ya media…” ujar Kintan
“Apa maksudmu?? Kau tau tentang masalah ini??”
“Ya begitulah… ngomong ngomong ini sudah di bereskan??”
“Aku sedang berusaha untuk meredakan para wartawan kuharap kau sebagai leader juga bisa membantuku membereskannya dan tolong cari Hany..”
“Yah tenang saja…”
“baiklah kalau begitu annyeong..”
“Annyeong..” Kintan menutup telpon. Dia menghela napas panjang. Hh.. kemana lagi dongsaeng satu itu? Dia berjalan menuju dapur dilihatnya Hyeonri yang tengah memasak.
“Wuih.. enak nih~~” Kintan nyengir
“Tentu dong hihihi.. oh iya Hany ke mana kin?”
“Entahlah.. aku tidak tau.. aku ke atas ya..”
Kintan berjalan naik ke atas menuju dorm lantai 11. Saat dia masuk ia melihat Ryeowook tertidur dengan pulas di sofa. Di tepuknya pelan wajah Ryeowook. Kasian wookie oppa, pasti dia kedinginan karena harus tidur di sofa ini.
“Oi.. oppa bangun…” Kintan membangunkan Ryeowook.
“Hm? Ngantuk Kin..” Ryeowook membuka sedikit matanya.
“Kasian uri Ryeowook ngantuk ya?” Kintan mengelus rambut Ryeowook.
“Kau kenapa Kintan??” Ryeowook meloncat bangun kaget melihat Kintan menjadi baik.
“Loh? Wae? Emang aku salah aku kan calon istrimu oppa~~” Kintan tersenyum manis.
“ANDWAEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!” Pekik Ryeowook.
“Oi wokie? Wokie? Kau kenapa?” Kintan menatap Ryeowook bingung. Ternyata yang tadi itu mimpi. Ryeowook menatap Kintan sambil menyipitkan matanya.
“Kau Kintan kan?” tanya Ryeowook
Bletak!
“Ya! Gak sopan!! Ya aku ini kintan lah!!” omel Kintan
“Appo….” Ringis Ryeowook.
“Yesung oppa belum keluar ya?” Kintan celingukan.
“Belum kayaknya.. oh iya kenapa kau gak masuk aja ke dalam?”
“Wah! Ide bagus!!” Kintan berjalan masuk.
****
“Lalalalala~~~” Hyeonri tengah asyik memasak nasi goreng tiba tiba dia merasakan dua buah tangan memeluknya dari belakang.
“Ditha.. jangan macam macam…” omel Hyeonri
“Huuuuu.. kok kau tau ini aku?” cibir Ditha lalu melepaskan pelukannya.
“aku kan cenayang udah mandi sana! Kita hari ini manggung di Inkigayo~~” ucap Hyeonri sambil menggeplak tangan Ditha yang bersiap mengambil bakso di dalam wajan.
“Aish ne eomma~~” Ditha cemberut dan berjalan meninggalkan Hyeonri.
“Bagus“ Hyeonri tersenyum puas namun tak berapa lama dia merasakan ada yang memeluknya kembali dari belakang.
“Ditha sudah ku….” Hyeonri terkejut saat membalikkan badannya dia melihat Donghae tengah tersenyum manis ke arahnya.
“Sebegitu miripnya kah aku dengan Kim Ditha?” Tanya Donghae sambil masih memeluk Hyeonri malah sekarang makin mempererat pelukannya.
“Ah donghae oppa..” Hyeonri tertunduk malu malu.
Bletak!
“Ya! Ikan! Dia ini istriku!!! Jangan macam macam kau!!” omel Ditha
“Ya! Kau kan sudah punya suami!! Heechul hyung!!” omel Donghae
“Sejak kapan aku menikah dengan makhluk itu? Dia itu tidak tampan! Masi tampanan aku!!” omel Ditha
“Kalo begitu dia istrimu!!”
“Enak saja!! Aku cantik dan tampan jadi aku cukup menikah dengan diriku sendiri!!!” omel Ditha
“Ya sudah Hyeon buat ku!!”
“Tidak akan!! Nanti aku makan apa ha!!”
“Kau!!”
“Apa Ikan!!!”
“STOOOOOOP!!!!” Pekik Hyeonri
“Hyeon kau pilih aku atau Ditha?”
“Ah aku tidak milih keduanya!! Udah Kim Ditha kau mandi!! Dan oppa!! Kau ngapain kesini??”
“Ah? Aku hampir lupa nanti sehabis dari strong heart aku akan mengajakmu kencan..” Donghae tersenyum manis.
“Jangan culik istriku!!”
“Diem kau! dengan heechul hyung sana!!”
“Ok tenang aku akan menjemputmu dan kupastikan Ditha akan berduaan dengan Heechul hyung..” Donghae berbisik pelan di telinga Hyeonri
“Ya!! Kalian bisik bisik apaan!!”
“Annyeong Hyeon” Donghae mengecup kilat bibir Hyeonri.
“Pergi kau ikan!!!!” usir Ditha sementara Hyeonri senyum senyum sendiri.
****
“Oppa..” Kintan berjalan masuk. Dilihatnya Yesung tengah duduk di tepi kasur sambil menatap ke arah jendela.
“Biarkan aku sendiri Kintan…” ucap Yesung pelan namun dingin.
“Andwae.. aku ingin disini…” Kintan memeluk Yesung.
“Kintan kau percaya dengan yang namanya cinta?” tanya Yesung
“Ani.. aku tidak percaya dengan yang namanya Cinta karena cinta membuat orang yang kusayangi tersakiti… kalau oppa?”
“Aku percaya dengan cinta namun sekarang aku malah tersakiti oleh cinta dan sekarang aku tengah bingung dengan perasaanku…” Yesung masih menatap kearah jendela. Kintan terdiam.
“Kau tau oppa? Semua kisah cinta belum tentu berakhir sedih atau pun senang tergantung dengan pilihan yang kita mau.. dan kali ini karna aku sayang denganmu aku akan sedikit membantumu mengetahui perasaanmu sendiri dengan Hany begitu juga sebaliknya…” gumam Kintan lalu berlalu pergi.
“Gimana?” tanya Ryeowook yang uda selesai masak.
“Yah aku gak tau bilang dia baik baik aja atau gak.. hmm oppa kau bisa antar aku ke dorm shinee??”
“Hm? Ok tapi ngapain?”
“Menjemput gadis itu…” Kintan tersenyum samar
“Hany?”
“Yap~ oh iya aku bawa Ditha juga ah~~”
****
Tok tok tok
“Ne? Noona? Hyung?” Ucap Minho.
“Annyeong Minho ^^ aku ingin bertemu dengan Hany boleh?” Kintan tersenyum manis.
“Ah nde..” Minho bergeser agar Kintan Ditha dan Ryeowook bisa lewat.
Cklek..
Kintan melihat Hany tengah duduk termenung di tepi kasur.
“Ayo kita pulang…” ucap Kintan dingin
“Kintan… bagai..”
“Hany kita pulang yuk..” Ucap Ditha sambil tersenyum
“Andwae aku tidak mau..” Hany menggeleng kuat.
“Jangan seperti ini Kim Hany!!!” bentak Kintan
“Han dengarkan kata onnie mu” Ucap Ditha
“Nde.. onnie..” Hany menunduk lalu berjalan mengikuti Kintan dan Ditha.
“Onew kami pulang ya~~ annyeong semua ^^ Ryeowook ayo kita pulang ^^” Kintan tersenyum.
“Ah ne~~” Ryeowook tersenyum namun ia bingung melihat Hany yang terus menunduk.
“Sekalian langsung ke strong heart aja oppa~~” ucap Ditha.
“Loh? Hany pake baju apa?” tanya Ryeowook.
“Tenang kan ada Rinhyo pasti dia ada baju kok~~ oppa juga mau ketemu dengan Rinhyo kan?” goda Kintan sambil tersenyum licik.
“Ah i..itu.. aku..” Ryeowook tergagap
“Hahaha sudahlah~~ ayo kita masuk~~” ucap Kintan sambil keluar dari mobil. Tak terasa mereka ternyata sudah sampai. Mereka segera masuk. Dapat dilihat banyak wartawan yang mengerubungi mereka untung saja security datang tepat waktu dan menolong mereka lolos dari wartawan. Mereka masuk ke ruangan khusus SA
“Hany!” Hyeonri memeluk Hany erat.
“Akhirnya kau datang juga han~~” Chaeri tersenyum
“Ayo Han cepat ganti baju…” Manajer Kim mendorong pelan Hany mendekat dengan Rinhyo agar bajunya diganti.
“Kalian tidak marah dengan ku?” tanya Hany
“Tidak sama sekali.. kau itu bagian dari kami ingat?” ucap Ririn
“gomawo..” ucap Hany sambil menuju Rinhyo sebelumnya ia menatap Yesung sesaat.
“Ayo ayo kalian cepat masuk ke dalam!!!” usir Manajer Kim
“Iye iye..”
****
“Ok!! Sekarang kita bersama dengan GB yang sekarang tengah naik daun Secret Angel!!”
“Annyeonghaseo” Kintan tersenyum manis
“Dan Super Junior!!!”
“Annyeong ^^” Leeteuk tersenyum
“Wah kalian terlihat cantik sekali ya dari pada di tv!!” ucap Seunggi kagum
“Gomawo~~ kami memang cantik dari sana nya” ucap Chaeri sambil memamerkan senyum tiga jarinya.
“Biasa nona narsis~” ucap Ditha
“Hahahahahaha” penonton tertawa
“Ngomong ngomong baru baru ini beredar gosip baru kalau salah satu dari member SA dengan leader 2PM berpacaran? Benar itu Hany?” tanya Hodong
“Tidak itu semua bohong kok ^^ kami secara tidak sengaja bertemu dan karena sudah malam dia mengantarku pulang.. bukannya itu tugas seorang teman?” Hany tersenyum
“oohh.. kalau begitu siapa yang sekarang kau sukai Hany?”
“Aku tidak menyukai siapa pun ^^” Hany tersenyum lagi
“Kalau dengan anak SJ? Pasti ada kan yang dekat denganmu?” tanya Hodong tidak menyerah
“Paling hanya Leeteuk oppa dan Sungmin oppa ^^” Hany tersenyum
“Oh baiklah bagaimana dengan anda nona Chaeri?” tanya Seunggi
“Aku? Dengan Kibum oppa~~ karena dia sama sepertiku orangnya tenang~~”
“Tenang darimana? Comel iya~~” celetuk Ditha
“Ya! Kim Ditha!!!”
“Kalau kau Kim Ditha?”
“Aku…”
“Dia dekat denganku~~” ucap Heechul main ceplos
“Ya!! Aku nda deket dengan kau!! Aku dekatnya dengan… eee… Siwon oppa!!!” ucap Ditha
“Woah~~”
“Jinjja Siwon-ssi?”
“Ah? Eee.. nde” Siwon tersenyum
“cieeee~~” goda Ririn yang langsung dipelototin dengan Heechul
“Bagaimana dengan anda nona Ririn?”
“Bagaimana apanya bagaimana?”
“Anda dekat dengan siapa?”
“Aku? Dekatnya dengan hmm Kangin oppa Donghae oppa sama Eunhyuk oppa~~” ucap Ririn
“Kalau anda nona Kintan?” tanya Seunggi
“Aku? Dekat dengan Heechul oppa Yesung oppa karena mereka berdua oppa yang paling kusayang dan Kyuhyun ~~” Kintan tersenyum
“Kenapa aku di masuk masukkan -___-“ ucap Kyuhyun
“Ya!! Kau itu kan orang yang paling terpenting di hidupku!!” omel Kintan
“Aish ne aku tau -___-“ ucap Kyuhyun
“Hahahaha kalian akrab sekali ya?” ucap Seunggi
“Tentu majikan dengan peliharaannya~~” ucap Kintan santai
“Hahahahahahahahaha” Penonton tertawa
“Bagaimana dengan anda nona Hyeonri?”
“Aku dengan Hankyung oppa dan Ryeowook oppa “ Hyeonri tertawa
“Para koki berkumpul…” celetuk Shindong
“Oh iya kenapa Shindong-ssi tidak dekat dengan siapa pun?” tanya Hodong
‘Siapa bilang? Kami tidak menyebutnya karena dia dekat dengan kami semua~~” ucap Chaeri
“Kalian ini akrab sekali kenapa kalian tidak pernah berkolaborasi?”
“Kami berkolaborasi bisa pingsan ELF dan Defense….” Ucap Kibum
“Ah tidak juga kalian sama sama hebat”
“Kapan kapan kami akan mencobanya.. “ Leeteuk tersenyum
“Kami Super Angel!!!” ucap Kintan
“Ya!! Kapan kami menyetujuinya!!” omel Kangin
“Hahahahahahaha”
“Baiklah tampaknya akan semakin ricuh iklan dulu ^^” Hodong tersenyum
“Yep betul sekali sampai perutku sakit karna tertawa” Seunggi memegangi perutnya.
****
“Kyu!! Jangan lupa pulangnya cepat ya!!!” ucap Ryeowook
“Iya wokie berisik amat sih “ Kyuhyun berjalan keluar. Hari ini dia tengah bosan dan memutuskan untuk berjalan jalan di luar dorm. Kyuhyun keluar dorm? Itu jarang sekali terjadi. Dia tengah mengamati pohon pohon yang tengah tertimbun salju. Matanya tertuju pada sebuah kedai kopi. Dia melihat Chaeri tengah duduk berhadapan dengan seorang pria. Ia mendekat agar bisa mengetahui apa yang mereka bicarakan. Entah kenapa baru kali dia menguping. Namun karena ada Chaeri disitu dan ia ingin mengenal lebih jauh dengan gadis itu ia memilih menguping saja.
“Joon… kenapa kau membawaku kesini?” ucap Chaeri.
Joon? Pria yang kemarin membuat Chaeri menangis? Yah kemaren aku juga melihatnya dengan pria itu di taman setelah itu meninggalkan Chaeri yang menangis sendirian di situ. *baca S.A part 3*
“Aku membawamu kesini karna aku ingin mengucapkan sesuatu… kau masi mengingatku berarti kau masi menyayangiku?”
“Aku.. menyayangimu..tapi….” aku tersentak mendengar ucapan Chaeri. Dia? Masi mencintai pria yang bernama Joon itu? Lalu bagaimana ucapannya yang mencintaiku dulu? Rahangku mengeras.
“Saranghae… kau mau kan jadi yeoja chinguku lagi?”
“Aku…”
Kyuhyun Pov
Aku yang tidak tahan untuk mendengar kelanjutannya memilih pergi. Aku berdiri sambil melihat anak anak yang bermain di taman. Wajahku memerah menahan amarah. Tenang Cho Kyuhyun jangan melakukan kekacauan disini. Tapi aku tidak bisa aku harus melakukan sesuatu. Saat aku hendak berbalik aku merasakan seseorang memeluk tubuhku dari belakang. Parfum ini Kintan noona. Kusentuh lembut tangannya.
“Tenang Kyuhyun jangan berbuat hal hal yang aneh… karna jika kau melakukannya akan terjadi skandal dan aku harus memikirkan jalan keluarnya lagi…” ucap Kintan
“Tapi.. aku.. Chaeri.. dia itu milikku noona..” ucapku sambil tetap berusaha tenang.
“Sudah kubilang tetap tenang.. ayo kita pulang..” Ia menyentuh jemari tanganku dan menarikku kembali ke dorm.
Hyeonri Pov
Hari ini adalah hari pertunangan Hany. Aku Ririn Rira Ditha dan Rinhyo tengah bersiap sap untuk ke hotel tempat pelaksanaan pertunangan itu. Hany sudah dari tadi di culik Jaybeom oppa. Aku melihat temanku yang lain. Ditha mengenakan gaun berwarna merah darah. Sedangkan Ririn berwarna Pink cerah. Rinhyo berwarna pink pudar. Dan Rira berwarna orange tidak terlalu terang. Rira sejak tadi bercerita bahwa gaun itu pemberian Kibum oppa. Hahaha benar benar tergila gila dengan Kibum oppa gadis itu. Sedangkan aku? Mengenakan gau berwarna Biru laut.
Cklek…
Aku masuk ke kamar Kintan. Kulihat dia tengah menelpon seseorang.
“Ne.. tenang saja onnie semuanya sudah kususun dengan rapi agar tidak ketauan dengan wartawan.. annyeong..” Kintan menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur. Dia terlihat lelah.
“Kin?” ucapku. Dia menoleh lalu segera berdiri.
“Aigoo~~ ciee Hyeonri~ cantik deh jadi gak rela biarin kau sama Hae oppa~~” ucapnya seperti Kintan yang biasanya.
“Kau gak pergi ke tempat pertunangan Hany?” tanyaku
“Ah! Ya ampun!!! Aku belum ngambil gaun nih hmm pake ini aja ya??” Dia mengambil gaun selutut berwarna violet da segera berlari ke kamar mandi. Aku hanya geleng geleng kepala. Dia sudah kembali menjadi Kintan yang dulu. Aku memilih keluar dan berjalan ke kamarku dan Chaeri. Ketika aku masuk aku melihat Chaeri dengan tampang kusutnya. Padahal dia sudah mengenakan gaun nya yang berwarna hitam.
“Kau kenapa?” tanyaku
“Kyu oppa.. dia tidak mau berbicara denganku.. bahkan menatapku juga tidak mau..” ucap Chaeri sambil tertunduk lemas. Aku menghela napas mendengarnya.
“Mungkin Kyu capek kali makanya dia gak sempat bicara ataupun menatapmu udalah ntar dia baik lagi… uda yuk kita keluar..”
“Jinjja? Ok! Yuk keluar!!” Chaeri kembali semangat lalu mengikutiku keluar.
Saat kami sudah di luar kami melihat Kintan dan yang uda berkumpul.
“Yuk! Kita pergi!!!” ucap Kintan semangat
“Yuk!!!”
Author Pov
Mereka sudah sampai di hotel berbintang lima tempat pertunangan Hany berlangsung. Disana sudah ramai dengan para tamu undangan. Mereka memang telat karna tampaknya pertunangan sudah selesai dari tadi. Mereka menghampiri member super junior yang emang dari tadi uda ada di sana. Yesung tengah terdiam menatap lurus kedepan. Ia menatap Jaybeom yang sengaja menununjukkan kemesraannya dengan Hany di depan Yesung.
“Gweanchana?” tanya Kintan.
“Aku tidak baik baik saja Kin..” Yesung tersenyum lemah
“Oppa.. jangan bilang seperti itu.. kau pasti akan baik baik saja… “ Ucap Kintan lirih
“Yah semoga…”
“Tunggu disini sebentar ya ^^” Kintan berjalan menuju tempat Hany dan Jaybeom. Yesung hanya bisa menatapnya saat gadis itu berbisik sebentar dengan Hany lalu berbicara dengan Jaybeom dan kembali lagi bersama Hany/
“Bicaralah kalian di luar ~~” Kintan mendorong Yesung dan Hany pelan.
“Eh?” Yesung menatap heran.
“ppali ppali!!” Kintan menyatukan tangan Hany dan Yesung.
Mereka berdua lalu menghilang di antara kerumunan orang orang.
“Hei? Kenapa kau menyuruh mereka berduaan?” tanya Jaybeom yang berdiri di sampingnya.
“Diam kau Jaybeom.. ini semua salahmu membuat mereka menjadi berantakan ..” Kintan mencubit pinggang Jaybeom lalu berlalu meninggalkannya yang meringis kesakitan.
“Aish.. tidak ada manis manisnya tidak seperti Hany..” Cibir Jaybeom
****
Yesung Pov
Kau tau? Saat kau menyentuh jemari gadis yang kau cintai kau merasakan ketenangan menyusup kedalam rongga dadamu. Seperti itulah yang kurasakan saat aku menyentuh tangannya. Gadis yang kucintai namun tidak pernah bisa kudapatkan karna sudah menjadi tunangan pria lain dan mungkin saja suatu saat nanti dia akan pergi meninggalkanku dan menikah dengan pria itu untuk selamanya.
Kami berdiri di depan hotel tempat pertunangan Hany. Terdiam membiarkan udara malam mengisi kekosongan perasaan kami sekarang.
“Kau bahagia sekarang?” tanyaku menembus keheningan yang tidak akan pernah selesai ini.
“Ne?”
“Apa kau bahagia?”
“Entahlah.. aku tidak tau oppa..” ucapnya setelah itu menghembuskan napasnya pelan.
“Apa pernyataan cintamu yang dulu itu hanya bohong?” tanyaku
“Aku.. “ ucap Hany ragu. Tersirat keraguan dari wajahnya.
“Aku tidak bohong soal pernyataanku dulu oppa..” ucapnya. Kutarik ia di pelukanku. Kurasakan hangat tubuhnya. Aku berharap semoga di kehidupan lain aku bisa bertemu lagi dengannya. Yah semoga….
“Terima kasih Hany sudah sempat mencintaiku.. rasa cintaku tidak akan pernah berkurang untukmu.. Saranghae Cho Hany” Bisikku pelan di telinganya lalu melepas pelukanku dan berjalan menjauhinya. Aku tidak tahan untuk melihatnya. Aku harus merelakannya pergi dari sisiku. Aku masuk kedalam kafe yang berada di dekat hotel itu ku tekan tuts tuts piano dan mulai bernyanyi meluapkan kesedihanku.

Geureul ijji mothaesuh apahanayo geudaega isseul jariga yuhgin aningayo
Nareul wihan guhramyuhn chameul piryo uhbjyo uhnjengan kkeutnabuhrilteni
Nae sarangi jejariro oji mothago heullin noonmool mankeum muhlli ganeyo
Naneun ijuhyahajyo geudae nuhmoo geuriwuh nareul apeuge haljineun mollado ijuhyo
Babo gateun naran guhl geudaen anayo gaseumi jjijuhjineunde wooseumman naojyo
Uhnjeggajirado nan gidaryuh nae noonmool gamchoomyuh naege doraogin haneun guhngayo
Nae sarangi jejariro oji mothago heullin noonmool mankeum muhlli ganeyo
Naneun ijuhyahajyo geudae nuhmoo geuriwuh nareul apeuge haljineun mollado ijuhyo
Ijuhya haneun guhn jiwuhya haneun guhn
Naegen nuhmoona uhryuhwoon irijyo
Nae sarangi jejariro oji mothago heullin noonmool mankeum muhlli ganeyo
Naneun ijuhyahajyo geudae nuhmoo geuriwuh nareul apeuge haljineun mollado ijuhyo
Ijuhyo
Nae maeumi jejariro ojil anhayo
Ojil anhayo
Michin deushi gyesok noonmoolman najyo
Yeah~
Naneun andwena bwayo
Andwena bwayo
Geudael inneundaneun guhn
Inneundaneun guhn
Geunyang jookgo shipuhdo geudaeui sarang noheul soo uhbsuh
Na salgo ijjyo

Maaf saya kasi translatenya ya~~

Rasanya sakit karena aku tidak bisa melupakannya
Sepertinya disini bukan tempat seharusnya kau berada
Kau tidak perlu menahannya untukku
Itu semua akan berakhir suatu hari nanti
Cinta ku tidak bisa menggapaimu
Seperti jumlah air mataku yang telah mengalir, itu tetap jauh untuk pergi
Aku harus melupakanmu, Aku sangat merindukanmu
Bahkan jika kau tidak tahu betapa sakitnya, aku akan lupakan
Aku memang bodoh, kau tahu itu
Hatiku sangat sakit, tapi aku hanya bisa tersenyum
Aku masih menunggumu untuk selamanya
Saat aku harus menyembunyikan air mataku
Apakah kau akan kembali padaku?
Cinta ku tidak bisa menggapaimu
Seperti jumlah air mataku yang telah mengalir, itu tetap jauh untuk pergi
Aku harus melupakanmu, Aku sangat merindukanmu
Bahkan jika kau tidak tahu betapa sakitnya, aku akan lupakan
Melupakanmu, bahkan menghapus mu
Bagi ku itu sangat sulit untuk dilakukan
Cinta ku tidak bisa menggapaimu
Seperti jumlah air mataku yang telah mengalir, itu tetap jauh untuk pergi
Aku harus melupakanmu, Aku sangat merindukanmu
Bahkan jika kau tidak tahu betapa sakitnya, aku akan lupakan
Hatiku tidak bisa menggapaimu
Air mata terus mengalir tiada henti
Ku rasa aku tidak melakukannya
Aku tidak bisa melupakanmu
Bahkan jika aku merasa seperti orang yang mau mati
Aku tidak bisa melupakanmu
Aku hidup dengan cara ini

Dapat kurasakan mereka maksudku teman temanku melihatku dari sana. Menatapku penuh kasihan. Aku tidak butuh tatapan seperti itu. Tatapan yang seolah olah aku makhluk yang begitu merana karna ditinggalkan seorang gadis.
“Oppa…” Kintan menghampiriku.
“Jika kau atau yang lain ingin mengasihaniku jangan berharap karna aku membenci hal itu..” ucapku.
“Tenang saja kami semua tidak akan pernah melakukan hal seperti itu…” Kintan tersenyum lalu berjalan mendekati yang lain.
“Yesung kami disini mendukungmu.. “ Leeteuk tersenyum.
“Oppa jangan bersedih sendirian kami selalu bersamamu..” Ririn tersenyum menahan tangisannya.
“Gomawo…” ucapku.
Mereka semua memelukku aku tidak tau akan berbicara apa. Yang aku tau aku tidak sendiri dan mereka semua temanku yang paling terbaik.
****
Author Pov
Kintan tengah menonton di dorm lantai sebelas bersama Hany. Mereka berdua menatap malas ke arah layar tv.
“Han aktingmu keren sekali ya di drama ini sayang hanya kau Yesung oppa aku dan Jaybeom yang sesuai naskah yang lainnya natural ckckck..” ucap Kintan.
“Alah aku jadi dipojokan tau!! Masa aku dituduh tunangan ama Jaybeom oppa? Orang jelas jelas aku cintanya ama Yesung oppa…” gumam Hany cuek
“Tapi kok rasanya aku jadi orang jahat disini…” ucap Kintan kesal.
“Kau kan emang orang jahat!” ucap Hany masi dengan gaya cueknya.
“Ya!! Apa maksudmu!!” omel Kintan bersiap menjitak Hany
“Han! Temani aku ke SM ya? Ada barang yang ketinggalan..” panggil Yesung
“Nde! Weeek aku pergi dulu!!” Hany menjulurkan lidahnya lalu memeluk lengan Yesung
“Jaga dorm ini ya dongsaeng ^^” Yesung mengelus rambut Kintan
“Paling ntar hancur kok tenang aja..”
“Ya!! Jangan bilang seperti itu!! Annyeong~~”
“Annyeong~~”
Blam!
Kintan memasang wajah cemberut. Tak berapa lama panggilan masuk.
“Ada apaan Jiyong -___- kau jangan cari perkara ya atau kuberi tau publik kalo kau.. ok ok.. nde.. nado saranghae..” Kintan menutup telpon lalu kembali memasang wajah cemberut.
“Hyah! Wajahmu jelek sekali!!” ucap Eunhyuk
“Diam kau monyet!” ucap Kintan kesal.
“Hiiiii iya iya..”
“Eh monyet mau nda nolongin aku?”
“Nolong apa dulu? Kau itu mencurigakan…” Eunhyuk menatap Kintan curiga.
“Sini sini..” Kintan menyuruh Eunhyuk bergerak mendekatinya.
“Paan?”
“Mau nda jadi namja chinguku?” bisik Kintan di telinga Eunhyuk
“MWORAGO????!!!!!!!”

TBC
Hello~~ hello~~~
Part 7~~
Uda jadi loh~~~
Mari mari~~~
Di komen ya~~
Kalo gak komen gak lanjut~~
Berhubung mau ujian bulan depan dilanjutinnya~~
Annyeong ^^

Did you love me? part 2

Author Pov

“Aku pulang….” Kintan berjalan masuk rumh dengan suara yang serak.

Siing.. sepi..

Aneh? Kemana semua orang?? Dia berjalan masuk kekamarnya. Terkejutnya dia melihat banyak pria tampan yang asyik bermain di kamarnya. Jujur jika gadis yang lain melihat itu bisa pingsan karna mereka semua sangat tampan sayang Kintan sudah terbiasa melihatnya. Ckckckck suka sekali mereka mengerumuni kamar Kintan.

“Ya!!!! Bisa tidak sih kalian tidak ngumpul di kamarku!!!” pekik Kintan kesal.

“Waaaah~~ doangsaeng ku yang paling cantik sudah pulang~~” Donghae menghampirinya. Yap Lee Donghae adalah sepupu sebelah ayahnya Kintan.

“Diam!!! Oppa!! Kenapa sih kalian suka di kamarku!!” omel Kintan.

“Kenapa?? Entahlah~~ kami suka disini~~ lagi pula kami kan sekalian menunggui kau pulang~~ “ Leeteuk tersenyum malaikat.

“Aish sudahlah…” Kintan berjalan naik ke tempat tidur sebelumnya menendang Kyuhyun agar turun dari tempat tidurnya. Kyuhyun mengelus kepalanya lalu dengan cueknya menghidupkan ps kintan dan memainkannya. Sedangkan Kintan memilih tidur dipangkuan Yesung. Yesung tersenyum manis lalu membelai kepala adik kesayangannya.

“Kalian tau? Aku agak kesal!!! Bisa bisa rusak tempat tidurku!!! Syukur Shindong oppa gak ikutan baring disini!!” omel Kintan sambil melihat tempat tidur king size nya yang sekarang tampak sesak. Bayangkan ada Leeteuk Hyuk Kangin Yesung Donghae Taemin Onew dia dan Kibum yang udah tertidur dari tadi.

“Hahahaha tenang saja kalau rusak akan kami ganti kau jangan takut hehehe” Sungmin tersenyum lalu ikutan baring di pangkuan Kintan yang lalu dijitak pelan oleh Kintan namun dia tetap baring di situ.

“Ngomong ngomong kenapa kau hanya sendirian?? Siwon mana??” tanya Shindong yang tengah memakan cake buatan bibi Ming.

“oh itu.. tadi aku tidak menemukannya jadi aku pulang duluan~~” suara Kintan agak bergetar. Teringat dengan ciuman yang dilihatnya tadi.

“Mianhe aku terlambat…” Siwon masuk ke dalam kamar. Dia menatap Kintan yang tengah berbaring dipangkuan Yesung.

“Ya! Siwon! Kau terlambat!! Ckckck.. tega sekali kau ini membiarkan Kintan pulang sendirian kalau kau tidak bisa membawanya pulang biar aku saja tadi yang menjemputnya…” Ucap Hyuk

“Alah Hyuk bilang saja kau mau ngelirik yeoja yeoja di sekolah Kintan…” ucap Kangin

“Aigoo~ Hyuk ntar Hyeonhee mau diapain??” omel Leeteuk.

“Aniyo.. Kangin hyung seenak jidatnya menuduhku..” ucap Eunhyuk

“Ya!! Apa kau bilang!!” Kangin bersiap menjitak kepala Eunhyuk.

“Sudah sudah jangan bertengkar…” Hankyung melerai mereka.

“Ah iya oppa aku ingin makan es krim~~ anterin dong~~” Kintan bergelanyut manja dengan Hankyung. Hankyung hanya tersenyum lalu memegang tangan Kintan.

“Kkaja~~ Heechul aku culik dulu adikmu…” Hankyung tersenyum

“Ne~~ hati hati jangan malam malam ya~~” Heechul tersenyum

“Aneh kenapa kalo dengan Hankyung hyung pasti baik deh denganku gak padahal sama sama sepupu…” Ucap Donghae cemberut

Bletak!

“Karena kau itu tidak bisa kupercaya untuk menjaga Kintan..” Heechul kembali berbaring di tempat tidur.

Sementara Kintan dan Hankyung…

“Oppa~~ disitu ada kedai es krim yang baru.. kita ke sana ya~`” Kintan memegang lengan Hankyung manja.

“Mm.. ayo..” Hankyung tersenyum.

Mereka sampai di sebuah kedai es krim yang ramai dengan pengunjungnya. Mereka memilih duduk di salah satu pojokan. Tak berapa lama salah satu pegawai datang menghampiri mereka. Pegawai itu lumayan cantik.

“Permisi anda ingin memesan apa??” Pegawai itu tersenyum manis. Dapat dilihat wajah Hankyung memerah saat melihat senyuman pegawai itu.

“Aku ingin es krim yang paling enak disini dan cheese cake!! Oppa kau ingin apa?” tanya Kintan dan menatap Hankyung.

“Eh? A..aku hanya ingin teh saja ^^” Hankyung tersenyum.

“Siap! Sebentar lagi akan sampai!!” Pegawai itu berjalan masuk ke dapur.

“Hmm.. tempatnya asyik ya~~ banyak banget pasangan disini..” Kintan tersenyum lalu menatap Hankyung namun sepertinya Hankyung tengah terfokus dengan sesuatu. Kintan mengikuti arah pandang Hankyung dan melihat sesuatu yang dilihat Hankyung ternyata pegawai manis itu. Kintan terdiam. Tak berapa lama pegawai itu menghampiri mereka namun dengan sengaja seseorang membuatnya terjatuh. Hankyung dengan sigap menangkapnya agar tidak terjatuh. Mereka berdua berpandang pandangan sejenak. Kintan yang melihat itu hanya bisa terdiam dan membeku.

“Gwaenchana?” tanya Kintan

“Eh? Gwaenchana ^^” Hankyung tersenyum

“Bukan kau oppa! Tapi agasshi ini..”

“A..aku tidak papa..” gadis itu menunduk

“Oh iya aku Kintan dan ini abang sepupuku yang babo Hankyung.” Kintan memperkenalkan abang sepupunya

“Park Ririn..mianhe soal es krimnya.. nanti saya ganti..” Ucap Ririn

“Ah~ tidak apa apa ^^ ya kan Hankyung oppa?” Kintan menyenggol lengan Hankyung

“Ah i..iya” ucap Hankyung

“Senang bertemu denganmu Ririn kau mau berteman dengan ku?” Kintan tersenyum

“Mm.. aku mau” Ririn tersenyum

“Ah sudah jam segini! Oppa ayo kita pulang annyeong Ririn!!” Kintan menarik lengan Hankyung. Sedangkan Hankyung menurut dengan perlakuan Kintan

“Annyeong…” Ririn balas melambai. Saat kedua orang itu pergi Ririn menyentuh dadanya mersakan detakan jantungnya yang makin cepat an wajahnya yang memanas.

Sementara Hankyung dan Kintan sudah ada di dalam mobil. Kintan menghidupkan musik klasik sedangkan Hankyung mulai menghidupkan mobil. Di perjalanan mereka diam dalam keheningan.

“Oppa.. Ririn manis ya??” tanya Kintan memecah keheningan

“E i..iya..” Hankyung sedikit gugup. Kintan menatap Hankyung bingung namun dia merasakan ada hal yang aneh dengan Hankyung.

Beberapa bulan kemudian Ririn masuk ke dalam sekolah Kintan dan mengikuti eskul anggar yang di ajar oleh Hankyung. Kintan yang melihat itu senang karena dia punya teman dalam mengikuti eskul anggar. Sampai suatu hari…

“Kin.. aku mau cerita…” Ririn tersenyum malu malu.

“Ha? Tunggu Hankyung oppa dong~~”

“Jangan! Ini entang Hankyung oppa..”

“Loh kenapa??”

“janji jangan bilang siapa siapa…” Kintan menatap Ririn bingung. Tuhan semoga bukan hal yang kutakutkan selama ini.

“Ok apa?”

“Aku.. menyukai Hankyung oppa..”

Deg!!

Seketika pandangan Kintan menjadi gelap. Kintan tersenyum getir.

“Chukae!!” Kintan berusaha senang.

“Hei!!” panggil Hankyung.

“Eh tuh oppa datang nyatakanlah perasaanmu..” Kintan mendorong punggung Ririn pelan lalu berjalan mendahului mereka.

“Loh? Kau mau kemana Kintan?” tanya Hankyung bingung

“Oppa aku ingin bicara..”

“Apa?” tanya Hankyung.

“Saranghae oppa…” Ririn menunduk malu. Hankyung terdiam lalu tersenyum sesaat. Dia mengelus kepala Ririn dan memeluknya.

“Nado saranghae Ririn-ah..” Hankyung tersenyum lembut lalu mengecup kening Ririn.

3 bulan kemudian……

Siwon Pov

Aku baru saja pulang sehabis eskul judo. Aku berniat untuk ke rumah Kintan. Akhir akhir ini dia terus menghindari dari ku dan yang lain aku bingung.

Cklek..

“Halo~~ Kyuhyun noonamu mana?” tanyaku.

“Noona ada di kamar oh iya hyung akhir akhir ini ada yang aneh dengan noona..” ucap Kyuhyun.

“Maksudmu?”

“Dia lebih suka mengurung diri di kamar dari pada keluar rumah..”

“Hm.. ini benar benar aneh oh iya aku ke kamarnya ya~~” au berjalan masuk ke dalam kamarnya.

Betapa terkejutnya aku melihat kamarnya. Kamar yang dulu terang sekarang beitu suram dan tidak ada tanda tanda kehidupan. Kulihat Kintan yang selalu ceria sekarang murung dan matanya.. tunggu dulu kenapa sembab??

“Kintan?” aku berjalan ke arahnya dan memeluknya. Dapat kurasakan perasaan yang terluka yang terdapat di dalam diri Kintan.

“Aku mencintainya..” gumama Kintan

“Mwo?”

“Aku mencintai Hankyung oppa,,” ucapnya. Yah aku tau itu Kintan dan aku mencintaimu sangat.

“Kintan jangan seperti ini aku tidak sanggup melihatnya..”

“Aku mencintaniya..”

“Tolong lupakan dia..”

“Aku tidak sanggup..”

“Tenang saja akan kubuat kau melupakan Hankyung hyung Kintan..”

Kintan tertidur di pelukanku dalam keadaan damai. Dia terlihat cantik sekali. Kuelus pipinya dan kukecup pelan keningnya.

Saranghae Kim Kintan…..

To be continued……

 

Suju M Blue Tomorrow

Dao le ming tian shuo hao bu zai jian mian

 

Zuo zai jie wei de dian wo yi ge ren dian le bei xiang nian

 

Dao le ming tian zhi neng rang ai ca jian

 

Liang ge ren de xiao lian tian lian qian bian cheng fan huang de zhao pian

 

Shen bian

 

Shi xian

 

Ba “wo ai ni” liu zai le xin di fang zai le chun bian

 

 

[[Chorus]]

 

Dao le ming tian ni jiu li kai wo shen bian

 

Dao le ming tian du zi xiang liu xin xu yuan

 

Xiang yi chang dian ying de wan jie pian

 

Wo men de jie ju ying yan lei shui de yu yan

 

Sui le yi di de nuo yan ping cou bu hui de zuo tian

 

Ke wo reng qi dai qi ji hui chu xian, oh no

 

 

Er ni shen ying yue lai yue yuan

 

Ai hai liu zai wo fang jian

 

Hui yi hai hen xin xian yi shun jian

 

Gan jue ni jiu zai yan qian

 

Shen bian <>

 

Zhe shi xian <>

 

Yi ju “wo ai ni” shen shen liu zai le xin di fang zai le chun bian

 

 

[[Chorus]]

 

Dao le ming tian ni jiu li kai wo shen bian

 

Dao le ming tian du zi xiang liu xin xu yuan

 

Xiang yi chang dian ying de wan jie pian

 

Wo men de jie ju ying yan lei shui de yu yan

 

Sui le yi di de nuo yan ping cou bu hu de zuo tian

 

Ke wo yi zhi qi dai qi ji hui chu xian, oh no

 

 

Er ni li qu shen ying que yue lai yue yuan

 

Mei you ni ai kai shi dong mian

 

Gu dan hui zhan ju mei yi tian

 

Wo zhan zai lu deng xia mian leng qing de jie bian

 

Na ge ceng xiang yong de di dian

 

Shi wo men yi qi duo guo yu de wu yan, oh

 

 

[[Chorus]]

 

Dao le ming tian ni jiu li kai wo shen bian

 

Dao le ming tian du zi xiang liu xin xu yuan

 

Xiang yi chang dian ying de wan jie pian

 

Wo men de jie ju ying yan lei shui de yu yan

 

Sui le yi di de nuo yan ping cou bu hu de zuo tian

 

Ke wo reng qi dai qi ji hui chu xian, oh no

 

 

Wo yi ran hai huai nian xiang ai de cong qian

 

Wo yi ran hai deng ni hui dao wo shen bian

 

Lei liu zai wo bing leng de zhen bian

 

An xia zan ting de shi jian zhi dao ni zai ci chu xian

 

Wu fa cheng shou mei you ni de mei yi tian, oh no

 

Wo ai ni bu hui gai bian

 

Wo ai zhe ni dao yong yuan

 

 

******** ENGLISH TRANSLATION **********

 

 

When it’s tomorrow, we agree not to meet again

 

Sitting in the shop at the end of the road, I ordered a cup of missing <>

 

When it’s tomorrow, we can only let love pass by

 

Before daybreak, two persons’ smiling faces become a yellowed photograph

 

Around me <>

 

Vision <>

 

I left “I love you” at the bottom of my heart and put them on the tip of my lips

 

 

[[Chorus]]

 

When it’s tomorrow, you will leave my side

 

When it’s tomorrow, I will wish upon a shooting star alone

 

Just like the ending of a movie

 

Our ending fulfilled the prediction of tears

 

Broken promises all over the ground, the yesterday that cannot be pieced together again

 

But I still look forward to the appearance of a miracle, oh no

 

Your shadow is drifting further and further away.

 

 

Love is still lingering in my room

 

Before the memory becomes real, in a moment

 

It felt like you were in front of my eyes

 

Around me <>

 

This vision <>

 

A sentence “I love you”, I left it deep in the bottom of my heart and put it on the tip of my lips

 

 

[[Chorus]]

 

When it’s tomorrow, you will leave my side

 

When it’s tomorrow, I will wish upon a shooting star alone

 

Just like the ending of a movie

 

Our ending fulfilled the prediction of tears

 

Broken promises all over the ground, the yesterday that cannot be pieced together again

 

But I still look forward to the appearance of a miracle, oh no

 

Your shadow is drifting further and further away.

 

 

Without you, love starts to hibernate

 

Loneliness will occupy every day

 

I stand under the streetlight, on the side of the cold street

 

That place where we once embraced

 

Is the roof under which we once seek shelter from the rain together, oh

 

 

[[Chorus]]

 

When it’s tomorrow, you will leave my side

 

When it’s tomorrow, I will wish upon a shooting star alone

 

Just like the ending of a movie

 

Our ending fulfilled the prediction of tears

 

Broken promises all over the ground, the yesterday that cannot be pieced together again

 

But I keep looking forward to the appearance of a miracle, oh no

 

 

I still reminisce the past when we were in love

 

I’m still waiting for you to come back to my side

 

Tears are falling on the side of my cold pillow

 

I hit pause on time until you appear again

 

I cannot stand each of the days without you, oh no

 

 

I love you, it will not change

 

I’ll be loving you till eternity

 

 

******** INDONESIA TRANSLATION **********

 

Ketika itu besok, kita sepakat untuk tidak bertemu lagi

Duduk di toko di ujung jalan, aku memesan secangkir.. yang hilang (itu kamu)

Ketika itu besok, kita hanya bisa membiarkan cinta lewat

Sebelum fajar, wajah dua orang yang sedang tersenyum berubah menjadi foto usang

 

Di sekitarku (Kesepian telah menyebar)

Penglihatanku (kabur oleh air mata)

Aku meninggalkan “Aku cinta kamu” di bagian terdalam hatiku dan menempatkannya di ujung bibirku

Ketika itu besok, kau akan meninggalkanku

Ketika itu besok, aku akan berharap pada bintang jatuh sendirian

Seperti akhir sebuah film

Akhir hubungan kita memenuhi prediksi, penuh dengan air mata

Janji yang kau pecahkan seluruhnya jatuh ke tanah, hari kemarin yang tidak bisa disatukan lagi

Tapi aku masih menantikan munculnya keajaiban, oh tidak

Bayanganmu melayang semakin jauh

 

Cinta itu masih tersisa di kamarku

Sebelum ingatan itu menjadi nyata, dalam sekejap

Rasanya seperti kau berada di depan mataku

 

Di sekitarku (kesepian menyebar)

Penglihatanku (kabur oleh air mata)

Sebuah kalimat “Aku cinta kamu”,

aku meninggalkannya jauh di dalam lubuk hatiku dan meletakkannya di ujung bibirku

Ketika itu besok, kau akan meninggalkanku

Ketika itu besok, aku akan berharap pada bintang jatuh sendirian

Seperti akhir sebuah film

Akhir hubungan kita memenuhi prediksi, penuh dengan air mata

Janji yang kau pecahkan seluruhnya jatuh ke tanah, hari kemarin yang tidak bisa disatukan lagi

Tapi aku masih menantikan munculnya keajaiban, oh tidak

Bayanganmu melayang semakin jauh

 

Tanpamu, cinta ini mulai ber-hibernasi

Kesepian akan datang setiap hari

Aku berdiri di bawah lampu jalanan, di pinggir jalan yang dingin

Tempat di mana kita pernah berpelukan

Adalah atap di mana kita pernah mencari perlindungan dari hujan bersama, oh

Ketika itu besok, kau akan meninggalkanku

Ketika itu besok, aku akan berharap pada bintang jatuh sendirian

Seperti akhir sebuah film

Akhir hubungan kita memenuhi prediksi, penuh dengan air mata

Janji yang kau pecahkan seluruhnya jatuh ke tanah, hari kemarin yang tidak bisa disatukan lagi

Tapi aku masih menantikan munculnya keajaiban, oh tidak

 

Aku masih mengenang masa lalu ketika kita sedang jatuh cinta

Aku masih menunggumu untuk datang kembali ke sisiku

Air mata jatuh di samping bantal dinginku

Aku ingin waktu terus berhenti sampai kau muncul lagi

Aku tidak tahan hidup setiap hari tanpamu, oh tidak

 

Aku mencintaimu, itu tidak akan pernah berubah

Aku akan mencintaimu hingga akhir hidupku



haha

gak tau kenapa pengen aja ngepost sekalian ngisi kekosongan lagi bosan~~

Secret Angel Part 6

 

“Oppa….” Ucap Hany masih membeku.

“Annyeong Hany ah ^^” Jaybeom tersenyum lalu segera duduk di hadapan Hany.

“perkenalkan anak kami Park Jaybeom ^^ tapi aaah.. tampaknya kalian sudah saling kenal ya?” Ahjumma memperkenalkan Jaybeom pada Hany

“Nde eomma… kami sudah kenal…” Jaybeom tersenyum manis.

“Wah kalau begini sepertinya tidak ada halangan lagi untuk menunangkan anak kita ini..” appa tersenyum senang.

“Iya bagaimana kalau minggu depan saja pertunangan ini di mulai??” ucap Ahjussi

“Wah ide yang bagus ^^ Hany tampaknya nanti kau pasti akan sangat cantik mengenakan gaun untuk pertunanganmu.. eomma sudah memilihkan butik yang cocok untukmu..” eomma tersenyum sambil mengelus rambut Hany. Hany hanya bisa terdiam tidak tau ingin bicara apa. Sedangkan Jaybeom tersenyum kemenangan sambil menyeruput teh hangat.

“Ah sudah malam eomma aku harus pulang ke dorm ku… Appa Ahjussi Ahjumma Jaybeom oppa aku pulang dulu..” Hany membungkukkan badannya.

“Biar ku antar..” Jaybeom berdiri lalu membungkukkan badannya di depan orang tuanya dan orang tua Hany.

Yap disinilah mereka berdua di dalam mobil Jaybeom terdiam dalam kesunyian.

“Jadi…. Oppa sudah tau??” Tanya Hany memecah kesunyian.

“Aku tau baru saja saat di telpon eommaku… “ ucap Jaybeom lalu menatap Hany.

“a.. ada apa??” Tanya Hany dengan wajah yang memerah.

“Syukurlah orang yang di jodohkan dengan ku ternyata kau kupikir orang lain…” Jaybeom tersenyum lalu kembali menatap kearah jalanan.

Akhirnya mereka sampai di apartemen tempat dorm Hany.

“Kamsahamnida oppa karna sudah mengantarku…” Hany membungkuk

“Hahahaha Gwaenchana.. bukankah itu yang harus dilakukan oleh calon suamimu ini?” Jaybeom kembali memamerkan deretan gigi putihnya.

“Jadi maksud oppa… oppa menerimanya??” Tanya Hany bingung

“Yah begitulah… ya sudah aku pulang dulu ya ^^ annyeong Hany~~” Jaybeom memacu mobilnya meninggalkan Hany yang masih terpaku. Diam dengan keadaan yang sekarang menimpanya.

Cklek..

“Hany pulang~~” Gumam Hany pelan.

“Hai han!! Wah kau nda ikuutan sih seru loh tadi~~” ucap Hyeonri yang menghampiri Hany.

“Jinjja?? Ah aku jadi menyesal “ Hany menghela napas

“Kau kenapa han?? Sakit??” Chaeri menatap wajah Hany yang mendung.

“Ah a..aniyo… hoam~~ ngantuk~~” Hany memilih masuk kamar menemani Ditha yang sudah hilang di alam mimpi.

Blam!

“Eh dia kenapa??” Tanya Chaeri pada Hyeonri namun yang ditanya hanya mengangkat bahunya seraya tidak tahu.

Keesokan paginya……

Chaeri terbangun menggeliat sedikit namun begitu membuka matanya shock melihat apa yang berada tepat dimukanya. Sebuah speaker besar berjarak 10 centi tepat dimukanya.

“Ya!!!!! Apa apaan ini!!!” pekik Chaeri marah.

“Kau itu bangun harusnya Chaeri!!! Kau ini ada syuting di Inkigayo!!!!” Pekik manajer Kim dengan speaker besarnya.

“Tapi aku sudah bangun onnie!!!!” pekik Chaeri tak kalah besarnya walau tanpa speaker.

“Oh?? Ya sudah!! Cepat sarapan!!” ucap Manajer Kim tapi masi menggunakan speaker.

“Iya!!! Tapi tolong singkirkan speakernya dulu!!!!” Pekik Chaeri emosi.

“Ah ne~~~” Manajer Kim menyingkir sebentar. Chaeri bangun lalu berjalan keluar kamar sambil mengomel ngomel. Dilihatnya di luar sudah ada Hyeonri Ditha Hany Kintan dan Ririn yang rapi memakai baju dan tengah duduk manis sambil makan sarapan masing masing.

“Ckckckck… baru bangun ini manusia…” Gumam Kintan

“Ish berisik sekali… oh iya Hyeon kau mau kemana??” Tanya Chaeri

“Mau ke Foresight ….” Kata Hyeonri tenang.

“Kau ta??”

“Aku ke Youngstreet hari ini sama si Heechul babo…” Ucap Ditha santai.

“Kau han?”

“Ha? A..aku ada urusan bentar hari ini..”

“Rin~~ kita bebas!!!” ucap Kintan senang

“Yeh helmoni!! Kita bebas!!” Ucap Ririn senang mereka lalu ber high five ria.

“Iyelah terserah… aku mau ke atas dulu lama sekali dia tuh..” Ditha berjalan duluan naik ke atas.

“Aku cuci piring dulu.. Han bantu aku..” Hyeonri berjalan ke dapur.

“Mianhe.. aku mau pergi sekarang..” Hany menunduk lalu pergi begitu saja.

“Elah dia kabur… Chaeri bantu aku!” Hyeonri menyeret Chaeri ke dapur.

“Ya!!! Aku belum selesai makan!!” omel Chaeri

“Udah ayo cepet~~”

“Rin kita ke lantai 11 aja yuuuuk~~” Kintan menggandeng lengan Ririn

“nde!! Kajja Helmoni~~” Ririn menggengam tanggan Kintan

“Ya!!! Kalian mau kemana!!!” pekik Manajer Kim

“Mau ke atas~~ annyeong!!!” Mereka berdua ngacir.

Cklek~~ mereka masuk dengan gampangnya karna sudah hapal pass dorm SuJu.

“Annyeoooooooooooong~~~~~” pekik mereka riang.

“Aish kalian ini bisa gak sih kalo datang jangan tereak -__- “ gerutu Eunhyuk

“ciee oppa~~ marah~~” Ririn tersenyum manis ke arah Hyuk. Wajah Hyuk merah~~ keliatan ada apa apa nih~~

“Hyuk! Kau kenapa ?” Tanya Yesung

“A.. aniyo hyung..” Hyuk menunduk dan memilih masuk kamar.

“Heh? Dia kenapa??” Tanya Kintan pada Ririn. Namun dapat diliat wajah Ririn ikutan memerah.

“Ah sudahlah~~ eh semua pada belum bangun ya??” Kintan celingukan.

“Belum pada tidur tuh. ngomong ngomong kalian ngapain kesini numpang sarapan?-__-“ Tanya Yesung sambil menatap curiga.

“Yeee… tukang fitnah nih gak baik loh~~~ kami cuman main aja~~” Ririn nyeingir.

“Oh… ya udah aku mandi dulu ya..” Yesung ngeloyor pergi.

“Hoi! Yesung oppa mana??” Tanya Hyeonri yang tiba tiba ada di belakang mereka.

“Waaaaa kaget!!! Noh lagi mandi…” Kintan menunjuk kamar mandi.

“Oh.. uda deh aku bangunin Kyuhyun dulu~~” Hyeonri berjalan santai masuk kamar KyuMin

“Eh rin! Kita ke lantai atas aja yuk~~ dari pada disini gak seru~~” ajak Kintan.

“Em! Ayo!!” Mereka berdua pun berjalan naik ke atas.

Brak!!

“ALOHA!!!!” Pekik mereka senang.

“Ssssst!!” Hankyung dan Leeteuk membvekap mulut mereka berdua.

“Diem.. ada perang nih..” Bisik Leeteuk

“Ha? Dimana?” Tanya Ririn penasaran.

“Itu si Heechul ama Ditha..” Tunjuk Hankyung ke arah kamar Heechul yang sedikit terbuka pintunya. Kintan bergerak menuju ke sana siap siap nguping.

“….. kau tidak sadar apa! uda tampang ava twit kau dengan wajahmu itu persis dengan dakochan!!!!” Pekik Ditha esmosi.

“Mwo? Dakochan itu apa!!!!” Tanya Heechul bingung

“Cari aja sendiri!!! Uda aku pergi ke youngstreet sendirian aja!!!” Ditha berjalan keluar dengan tampang kesal. Kintan bergerak mundur karena dia tau sebentar lagi Ditha akan membanting pintu dengan keras.

BRAK!!!!!

Tuh kan bener .___.

“Hei dit…” sapa Kintan

“HM!” Jawab Ditha dan berlalu pergi begitu saja. Kintan mengurut dadanya lalu berjalan menghampiri 3 makhluk yang menatap Kintan dengan cemas.

“Wah wah dia marah..” Kintan mengeleng gelengkan kepalanya santai.

“Yuk sekarang kita ke kamar Heechul..” ajak Leeteuk. Saat mereka masuk mereka melihat tampang heechul yang shock. Ternyata dia beneran mencari apa itu dakochan dengan bantuan mbah google dan anda tahu sendiri kana pa itu dakochan? Author tidak ingin menjelaskan lebih lanjut karena takut dihajar dengan Heechul.

“Buh buahahahahahahahahaha!!!!!!!!” Kintan tertawa berguling guling di karpet kamar Heechul.

Leeteuk berusaha menahan tawanya. Sedangkan Hankyung dan Ririn merasa iba dengan keadaan Heechul menepuk punggung Heechul.

“Sabar oppa ditha gak bener bener kok ngomong kayak gitu….” Ucap Ririn menenangkan.

“Iya kuyakin ditha tadi hanya main main…” Tambah Hankyung.

“Aku … aku tidak percaya wajahku disamakan dengan makhluk ini…” ucap Heechul dengan tampang pucat pasi seperti mayat.

“Eee… lebih baik kita keluar dari sini saja.. ayo,…” Ucap Leeteuk yang diikuti Hankyung. Sedangkan Kintan masi tertawa hebat sampai harus diseret sama Ririn. Saat mereka keluar sudah ada Hyeonri yang duduk manis sambil ngeteh bareng Shindong.

“Ayo oppa kita foresight~~” Ajak Hyeonri semangat.

“Oh! Yaampun!! Aku lupa!! Nde kkaja Hyeon-ah~~” Leeteuk merangkul bahu Hyeonri yang kemudian ditatap cemburu dengan Kangin dan Donghae.

“Jujur.. Kangin oppa cemburunya ama Hyeon atau Teuki oppa..” ucap Ririn

”Ah aku ke bawah ah mau menenangkan Heechul oppa..” Kintan berjalan keluar.

“Ha? Ngapain kebawah -__-“ Tanya Donghae

“Ambil gitar dong~~tunggu ya~~” Kintan berjalan keluar. Saat dia berjalan keluar ada seorang pengantar paket tengah akan mengetuk pintu. Pria itu menyodorkan sekotak besar. Kintan yang bingung memilih tanda tangan dan membuka kotak itu. Sepasang sepatu lari yang terlihat cling cling bersinar di hadapannya. Dia berlari lagi masuk kedalam.

“Ya!!! Ini punya siapa???” Tanya Kintan sambil mengancungkan kotak tersebut.

“Oh itu.. paling punya..” Ucap Hankyung terputus

“Punyaku!!!!!” Heechul keluar sambil merampas kotak tersebut dan berlari lagi masuk kamar.

“Oh itu punya Heechul oppa? Hmm.. interesting..” Kintan mengeluarkan evil smilenya dan berlari keluar menuju lantai 11.

Brak!!

Para penghuni lantai 11 yang tengah bersantai kaget. Kintan menatap heran. Loh? 2 makhluk ini gak ke foresight ya?

“Loh? Kyu? Yesung oppa? Gak foresight?” Tanya Kintan

“Gak bukannya kami hari ini libur… ah kau ngapain datang lagi ha?” Tanya Yesung.

“Mau pinjam gitar sungmin oppa~~” Kintan mesuk ke kamar KyuMin. Dilihatnya sungmin yang masi nyenyak tertidur. Dengan perlahan diambilnya gitar Sungmin.

“Mau kau bawa kemana gitarku ha?” Gumam Sungmin. Kintan membeku.

“Hehe pinjam bentar ya~~” Kintan tersenyum

“Enak saja.. itu harta yang paling kucintai tau..” omel Sungmin

“Ayolah…. Oppa tampan deh..” Kintan mengeluarkan puppy eyesnya.

“O kau boleh meminjamnya tapi jangan sampai cacat!!!”

“Nde~~ baik deh.. annyeong!!” Kintan mengecup pipi Sungmin Kilat dan berlari begitu saja. Sungmin terdiam membeku. Sekarang pasti tampangnya bodoh sekali.

“Hyung? Kau kenapa?” Tanya Kyuhyun yang bingung melihat wajah Sungmin.

Brak!!!

“Hahahaha saya kembali!!” Kintan berjalan masuk dengan menenteng gitar curiannya. Dilihatnya Ririn yang tengah main ps dengan Donghae. Hankyung paling di dapur.

“Ya!! Oppa aku tidak akan kalah!!” omel Ririn

“Hahahaha kau sudah bewrkata itu berulang ulang rin~~” Donghae tertawa.

“yeeee aku sedikit lagi menang!!” Ririn mulai bersorak riang.

“Wah!! Ada permen di kepalamu ..” tunjuk Donghae

“Mana?” Ririn mendongak dan saat itu juga Donghae mengecup puncak kepala Ririn. Dan tadaa Ririn membeku tentu saja kesempatan itu tidak akan disia siakan oleh Donghae dia pun langsung meng gol gawang ririn. *oh jadi main Winning eleven toh -_-*

“Yaaaa!!!! Curang!!!!” pekik Ririn setelah sadar. Donghae hanya terkekeh pelan. Kintan yang merasa agak geli memilih mulai bernyanyi.

“Kim Heechul… dam dam… kau mirip dakochan.. cuap cuap cuap… oh Kim Heechul.. kau mirip dakochan.. cuap cuap…” Donghae dan Ririn ngakak.

“Diam kau!!!” Heechul melempar sepatu nya sebelah kanan yang langsung ditangkap Kintan.

“Kau bagaikan dakochan pemurung.. hanya akrna dihina jadi merajuk…”

“Pam pam cuap pam cuap..” Donghae dan Ririn mulai ikutan back vocal

“Berisiiiiiiik!!!!!!!” Heechul melempar sebelah lagi sepatunya. Kintan tersenyum senang lalu menangkapnya.

“Gomawo oppa!!!!” Kintan ngacir saat itu juga. Heechul keluar kamar.

“Ya!!!! Kembalikan sepatuku!!!!” Pekik Heechul emosi. Namun anda tau kan motto kintan? “Semua barang yang sudah di lempar kek Kim Kintan tidak akan pernah bisa kembali..” Kkk~~

Ok kita ke tempat Hany sekarang ya~~~

Hany POV

Aku sudah sampai di sebuah butik terkenal. Bukan bukan ini bukan di butik Rinhyo. Bisa gawat jika aku sampai ketahuan oleh orang lain aku akan bertunangan dengan pria bernama Jaybeom itu. Hhhhh aku bingung dengan nasibku sekarang. Kulangkahkan kakiku dengan berat menuju butik yang elegan itu. Didalam sudah ada eomma dan eomma jaybeom yang asik mengobrol. Saat aku akan menghampiri mereka sebuah lengan kekar memelk pinggangku mesra.

“Maaf aku tidak sempat menjemputmu..” bisiknya pelan di telingaku.

“Wah! Akhirnya datang juga!! Ayo Hany!1 kami sudah menemukan gau yang pantas kau kenakan saat pesta pertunangan nanti!! Dan Jaybeom!! Ini juga sudah ada tuxedo untukmu!! Cepat kalian ganti baju nya!” Eomma dan eomma jaybeom menarik kami ke kamar pas masing masing. Tak berapa lama aku keluar dengan mengankan gaun itu. Gaun berwarna putih dengan kesan elegan dan sempurna. Kulihat Jaybeom mengenakan tuxedo putih selaras denganku. Eomma dan eomma jaybeom menatapku takjub dan saat jaybeom menoleh dia juga menatapku dan dapat kulihat semburat merah di pipinya.

“Ayo Jay.. kasi komentar dong..” goda eommaku.

“Hany.. kau cantik.. sangat cantik sekali..” ucapnya. Aku hanya bisa tersenyum malu malu. Deg!! Apa apan aku ini!! Kenapa aku malu malu? Gawat! Ada apa dengan perasaanku ini?

“Sudah malam sampai jumpa Hany..” ucap Jaybeom saat mengantarku di depan dorm.

“Nde kamsahamnida Jaybeom oppa..” ucapku membungkuk sedikit dan berjalam menjauhinya. Saat aku hendak membuka pintu dorm aku elihat ke lima temanku juga hendak masuk.

“Loh? Hany? Dari mana aja??” Tanya Hyeonri

“Aku habis pergi tadi.. hehe” Aku nyengir malu malu.

“Oh ya ampun!! Hany tolong ambil makanan ya di lantai 11!! Kebetulan Cuma ada Yesung oppa cepetan!!” suruh Ditha.

“Ah ne~~” Aku berjalan naik keatas. Entah kenapa perasaanku tidak enak. Saat aku membuka pintu aku melihat Yesung tengah berdiri terpaku sambil menatap benda yang dipegangnya. Aku pun segera paham apa yang di bacanya itu. Oh itdak jangan sekarang Tuhan. Aku belum siap menjelaskan semuanya. Dia menoleh dan menatapku. Tatapannya terluka sekali.

“Oppa.. mianhe….” Ucapku.

 

TBC

Hahahahahah!!!

Saya kembali dengan lanjutan yang kagak jelas!!!

Gimana?? Cacact kan??

Tunggu part 7 nya

Kisah sedihnya paling memuncak di part itu kkk~~

Annyeong!!