Good Day : Coffee time!! Part 1

Oppa… Aku memeluk lengannya dengan manja. Kami berdua tengah menatap langit sore di hamparan padang rumput yang luas.

Mm??Ucapnya santai.

Langitnya cantik.. sungguh cantik… Ucapku senang. Yah langit sore adalah sesuatu yang menurutku paling indah di bumi ini setelah pelangi dan pria ini tentunya.

Tidak.. kau lebih cantik kelinci kecilku… seluruh jagat raya mampu mengalahkanmu.. Ia tersenyum manis.

Oppa.. kau sangat pandai merayuku Aku meninju pelan bahunya. Terdengar tawa khas miliknya yang sangat indah di telingaku.

Youngrin-ah~~ apa keinginanmu yang paling terbesar?? Tanyanya serius sambil meniup niup poniku yang menutupi rambut panjangku. Aku tersenyum kecil.

Aku ingin membangun café kecil yang bernama good day dan karyawannya hanya kau dan aku, Kau mengurusi dapur dan aku mengurusi tamu kalau kau?? Tanyaku.

Aku ingin menikah denganmu dan mewujudkan keinginanmu itu… Jadi maukah kau menikah denganku?? Ia tiba tiba berlutut dan mengeluarkan sekotak cincin yang berisikan sebuah cincin bertahtakan berlian mungil. Aku hanya bisa menutup mulutku dengan tangan kananku sedangkan tangan kiriku digenggam erat olehnya.

Yah.. aku mau… Air mataku jatuh begitu saja. Kami berdua berpelukan bahagia.

Aku terbangun. Ah mimpi itu datang lagi setelah lima tahun berlalu. Kuusap air mataku yang sedari tadi mengalir. Akan kuceritakan kisah ku. Semua bermula sejak 7 tahun yang lalu. Aku Shin Youngrin, gadis berkebangsaan Korea Itali bertemu tanpa sengaja di Paris dengan seorang pria bernama Marcus Cho, dia berkebangsaan Korea Inggris. Entah karna takdir atau apa kami menjadi dekat dan selama dua tahun kami berpacaran. Aku ingat di sore itu ia melamarku. Kisah cinta kami tidak ada halangan apapun. Orang tua kami sama sama merestui hubungan kami. Mereka sangat bahagia mengingat hubungan kami yang terlihat sangat indah seperti di novel novel cinta yang pernah kau baca. Namun kisah cinta kami yang seperti tidak ada halangannya harus dihalangi oleh takdir yang begitu menyakitkan. Siang itu aku sudah siap dengan gaun pengantinku. Aku tengah duduk dengan tenang di ruang riasku. Baru saja beberapa menit yang lalu dia menelponku bahwa mungkin dia akan sedikit terlambat karena harus mengambil benda penting. Terdengar derap langkah dan calon ibu mertuaku masuk dengan wajah yang penuh air mata. Aku hanya bisa menatapnya bingung.

“Eommonim? Apa yang terjadi??” Tanyaku bingung. Ia langsung memelukku dengan erat.

“Youngrin.. Marcus dia.. dia…” Saat itu juga aku merasakan sesuatu ada yang tidak beres. Ibuku juga masuk dan ikut memelukku sama sama erat.

“Youngrin… Marcus kecelakaan dan dia tewas di tempat…” Ucap Ibuku.

Mataku membulat. Rasanya seperti petir di siang bolong.

“Tidak.. Eomma pasti berbohong.. Eommonim.. Marcus pasti datangkan?? Seterlambat apapun dia pasti akan datang.. dia sudah berjanji denganku tidak akan pernah meninggalkanku…” Aku menggeleng lemas dan seketika pandanganku menggelap. Aku jatuh pingsan.

Aku tersenyum lirih mengingat itu. Jantungku rasanya seperti akan berhenti berdetak. Lima tahun, waktu yang tidak cukup buatku melupakan sepenuhnya tentang Marcus. Aku berjalan menuju kamar mandi membersihkan tubuhku agar terlihat bersih. Ah hari ini peresmian café kita Marcus, tepat saat kau berulang tahun. Aku berjalan dengan santai tidak memperdulikan suasana pagi yang menurut orang orang terlihat indah. Kubuka perlahan pintu caféku. Di depan pintu café sudah berjejer berbagai macam bunga yang mengucapkan selamat. Diantara seluruhnya aku tau sudah ada dari kakakku, ibuku, ayahku, bahkan ibu dan ayah Marcus. Ibu Marcus sangat menyayangiku seperti anaknya sendiri. Aku tersenyum dan merenggangkan badanku. Yap aku pasti bisa menjalani hari ini!! Aku berjalan menuju dapur. Menyiapkan seluruhnya untuk hari pertama peresmian caféku ini.

Kling kling…

Terdengar bunyi lonceng pertanda datangnya pelanggan pertamaku.

“Selamat datang” Ucapku ramah dan bergegas menghampiri tamuku. Ternyata sepasang suami istri yang sudah berusia lanjut. Mereka tersenyum ramah.

“Café ini terlihat nyaman dan tampaknya makanannya juga enak.. bukan begitu??” Sang istri tersenyum ramah. Aku tidak bisa menahan diri untuk tersenyum manis. Mereka berdua memesan dua cangkir kopi hangat dan sepiring pancakes. Terdengar lagi suara lonceng. Aku menoleh dan melihat Kintan dan beberapa orang yang kukenal baik berdiri sambil memasang cengiran khas mereka.

“Tampaknya tempat ini bisa jadi markas kita..” Celetuk Donghae.

“Jangan lupa jadi tempat kita makan makan~~” Ucap Hyeonri

“Sekaligus rumah kedua kita~~” Tambah Eunhyuk. Mereka bertiga tertawa santai dan duduk di pojokan dekat jendela.

“Annyeong Youngrin!!!” Kintan memelukku erat.

“Lama tidak bertemu Youngrin~~” Ucap Siwon yang kubalas dengan senyuman.

“Fufufu lihat kami bawa apa??” Hany memberikan sebuket bunga Lili putih yang sangat kusukai.

“Gomawo~~ tampaknya kalian juga membawa fans??” Aku menoleh kearah pintu melihat begitu banyaknya fans mereka yang asyik melihat keakaraban kami melalui kaca penghubung keluar.

“Ahahaha bukan fans~~ Tapi tamu yang akan menjadi pelanggan tetapmu” Heechul nyengir dan bergabung dengan EunHaeri dan HanSung.

“Hei pelayan!! Kami mau pesan ini!!” Ucap Yesung sambil membuka buka daftar menu.

“Sabar sabar.. aku harus melayani tamu pertamaku dulu.. maaf tuan dan nyonya.. tamuku yang satu ini berisik..” Ucapku meminta maaf. Dan tampaknya pasangan suami istri itu hanya bisa tersenyum memaklumi dan mengangguk. Aku berjalan menuju dapur namun kembali aku mendengar suara lonceng pertanda kembali ada tamu baru.

“Hei!! Kalian tidak sopan meninggalkan kami berdua!!” Terdengar teriakan seorang gadis.

“Fiuh syukur kami tau tempatnya~~” Kali ini terdengar suara seorang pria. Tapi aku sangat terkejut mendengarnya karena suaranya sangat kukenal dengan baik walaupun lima tahun sudah berlalu. Aku menoleh dan kembali terkejut melihat orang itu. Dia sangat sangat mirip dengan orang yang lama kurindukan.

“Mau bagaimana lagi?? Kalian lelet amat sih~~” Ucap Siwon santai dan memeluk bahu Kintan mesra.

“Ya!! Hyung kau mau noonaku di hajar fansmu apa!!!” Pria itu menepis tangan Siwon dari bahu Kintan.

“Hahahaha!!! Sudahlah ayo kita duduk duduk!!” Heechul menarik pria itu duduk di sebelahnya bersama seorang gadis cantik yang bersama dia tadi.

“Adikmu over protective sekali..” Cibir Siwon

“Kyunie mau mesen apa??” Tanya Kintan.

“Aku… oh hei!! Aku mau pesan…” Pria itu menatapku dan melambaikan tangannya kearahku. Aku hanya bisa terdiam membeku. Tuhaaaan.. apa yang harus kulakukan?? Air mataku hampir jatuh dan aku tidak bisa bergerak. Oh dia berjalan mendekatiku. Tidak… tidak jangan mendekat… aku.. aku…. Rasanya pandanganku menggelap dan aku merasakan seseorang menangkapku. Aku tau pria itu yang menangkapku karena wajahnya dan napasnya terasa di wajahku. Bahkan aroma tubuhnya pun sama. Sebelum mataku benar benar tertutup aku merasakan dia meneriakiku. Aku kembali pingsan untuk kedua kalinya oleh dua orang yang mirip. Biarlah jika ini mimpi tolong jangan bangunkan aku.

To be continued…..

Hai~~ ini ff saya dan sedih banget mikirinnya~~ ide tiba tiba aja datang dengan sendirinya nah aku juga gak tau ini ff apa coba .____. Uda deh gak usah banyak bicara aku akan pergi tralalalala annyeong ^^

2 respons untuk ‘Good Day : Coffee time!! Part 1

    • keren dari mane u,u
      makasih iky sayang :)))
      nda taulah yeh~~
      ini ff sebulan lalu kupajang di wp baru u,u
      i..itu ki.. masalahnya… kedelete dalam otak aku
      jadi harus dirancang ulang u,u
      mianhe~~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s