Forgetten Memories

Author : Kintanrahmi

Main cast : Lee Donghae and Lee Hyeonri

Genre : Romance

Rating : PG -15

Disclaimir : ini ff aku yang ngetik aku tapi idenya dari aku dan tuhan tentunya. Sungmin dan Kintan punya aku sisanya silahkan diangkut kerumah masing masing. Aku gak suka dengan namanya siders, plagiator, dan ngebash. Hargailah karya orang agar karyamu dihargai 😀

“Hyeon!!” Pekik Donghae pada seorang gadis yang tengah duduk sambil membaca buku.

“Ne oppa??” Hyeonri menoleh dan tersenyum.

“Mau kah kau menikah dan menjadi ibu dari anak anaku?? In adalah hal yang paling kuinginkan di dunia ini..” Donghae tersenyum. Hyeonri mengangguk. Seulas senyuman tersungging di bibirnya yang tipis.

Baca lebih lanjut

Before We Meet

Sungmin Pov
“Kyaaaa!!” pekik para gadis gadis saat bertemu denganku.
“Annyeong ^^” Aku tersenyum
“Oppa!! Ini syal untukmu!! Semoga kau tidak kedinginan di musim gugur ini!!” seorang gadis memberiku syal berwarna pink.
“Gomawo ^^ ah! Aku harus segera pulang aku permisi dulu annyeong~~” Aku tersenyum singkat lalu bergegas masuk ke dalam mobilku. Kupacu dengan cepat menuju rumah.
Kriiiing~~~
“Ah yoboseyo?” ucapku riang.
“YAAAAA!!!! LEE SUNGMIN!!!! KAU DIMANA SEKARANG!!” Terdengar teriakan seorang yeoja dari seberang sana.
“Aish.. aku di jalan Kintan wae?” tanyaku.
“Aku sudah menunggu di rumahmu selama dua jam!! Mau kuajari gak sih??!!”
“Ah mianhe… tunggu ya 10 menit lagi aku akan sampai..”
“Ne.. annyeong pumpkin..”
“Annyeong hamster..” Kututup telponku. Tak berapa lama aku sudah sampai di rumahku. Rumahku berada di tepi kota Seoul. Aku membangunnya agar privasiku terjaga.
Cklek… kubuka perlahan pintu rumah.
Bletak!
“Aw!” erangku sambil memegang kepalaku.
“Itu hukumannya karna membuat aktris ternama ini menunggu..” Seorang gadis berambut panjang coklat berdiri di hadapanku. Ia mengenakan kemeja putih kebesaran.
“Ya! Appo!! Dan hei!! Itu kan kemejaku Kim Kintan -____-“ omelku.
“Oh? Tadi bajuku ketumpahan jus dan kulihat di lemari kamarmu banyak kemeja nah kuembat deh satu kkkk~~ tak papakan?”
“Aish ne… kkaja.. kita masuk..” kutarik lengannya masuk kedalam.
Kintan Pov
“Ok .. sekarang tatap mataku dan pegang pundakku.. bayangkan kau sedang menatap gadis yang kau cintai itu..” ucapku dengan serius.
“Eh? Mwo?” Sungmin menatapku bingung.
“Aish!! Pegang pundakku!!” Kupegang kedua belah tangannya dan kuletakkan diatas pundakku.
“Lalu?” tanyanya.
“Tatap mataku dan ucapkan bahawa kau mencintaiku..” ucapku.
“Ok!! Kim Kintan.. saranghae… apa betul begitu?”
“Aish!! Lebih serius!! Dengar ya.. Lee Sungmin, Saranghae~~” ucapku sambil menatap kedua bola matanya yang menghanyutkan itu.
“Baiklah.. Kim Kintan, Saranghae..” ucapnya lebih serius. Aku menatapnya dengan tatapan terpana. Aku tak mampu berkata apa apa. Dia.. terlalu tampan. Kulepas tangannya dari pundakku dan aku berjalan menuju dapur.
“Ya!! Kintan!! Mau kemana?” tanya Sungmin.
“Berisik!! Aku mau ke dapur!! “ ucapku. Ku ambil gelas dan air lalu ku tegak banyak banyak agar aku dapat menghilangkan wajahku yang memerah dan detak jantungku yan terus berdebar debar tak karuan ini.
“Aigoo… ternyata aku begitu mencintainya sampai sampai hal seperti ini saja aku tidak sanggup.. Kim Kintan.. kau harus tahu posisimu.. dia itu sahabatmu dari kecil..” Kusentuh kedua belah pipiku yang memerah. Benar dia adalah sahabatku sejak kecil kami bertemu saat Kyuhyun, adikku tengah merayakan pesta ulang tahunnya yang ke 8.
Flashback
“Aigoo.. Cho Kyuhyun!! Ayo keluar!!” Eomma terus menarik narik Kyuhyun agar mau keluar dari kamar.
“Shireo!!!” Kyuhyun masi bersikukuh untuk diam di dalam kamarnya.
“Kyuhyun!! Sudah banyak teman temanmu di bawah yang ingin bertemu denganmu!!”
“Mereka bukan teman temanku!! Aku tidak punya teman seperti mereka yang hanya sok kenal saat eomma mengundang mereka ke pesta ulang tahun konyol ini..” ucap Kyuhyun.
“Ya!!! Ayolah!! Keluar!! Ada Siwon, Jungsoo, Hyukjae, Donghae, Kibum, Changmin, dan Sungmin di bawah..” Eomma berusaha membujuk Kyuhyun dengan menyebut sahabat sahabat asli Kyuhyun.
“Shireo!!!” Kulihat eomma mulai menyerah. Aku yang menyaksikan tingkah ibu dan adikku hanya menghela napas dan memilih menghampiri mereka
“Oi Kyu!! Ayo turun!! Malu dengan tamu undangan!!”Kutarik lengannya paksa.
“Ya!!!! Noona!! Lepaskan aku!!” pekik Kyuhyun.
Aku terus menariknya sampai turun kebawah tangga. Aku tidak terlalu melihat ke arah mana aku berjalan karna aku terlalu sibuk untuk terkekeh jahat di wajah Kyuhyun.
Bruk!
Aku menabrak seseorang. Aku terjatuh bersamaan dengan cowo itu. Kulihat seorang anak laki laki berdiri dan membantuku berdiri.
“Gwaenchana??” Tanyanya.
“ah.. gwaenchana” ucapku malu malu.
“Syukurlah… loh Kyu? Disini kau rupanya.. kami mencarimu~~” ucap cowo itu
“Hyuuung~~ itu tadi noona menculikku jadi aku tidak bisa turun..” Kyuhyun mengeluarkan senyuman termanisnya. Tuhan kenapa aku punya adik seperti bocah setan ini -___-
“Oh? Ini noonamu Kyu?” tanya Cowo itu sambil menunjuk diriku.
“Ah iya dia ini galak.. aw!!” Kuinjak kaki Kyuhyun dan segera ku pelototin dia.
“Hahahaha!! Tampaknya dia baik dan cantik  Hi~~ aku Lee Sungmin kau Kim Kintan kan??” ia menggulurkan tangannya ke arahku.
“Ah.. I..iya “ ucapku
“Senangnya bisa bertemu denganmu~~ Kita sahabatan ya??” Sungmin tersenyum. Deg! Perasaan apa ini? Saat aku melihat senyumannya pipiku merona merah. Aku hanya bisa mengangguk tanda mengiyakan.
“Kita akan menjadi sahabat untuk selamanya” ucapnya
“Yah selamanya..”
Yeh sejak itu kami bersahabat. Mungkin hanya sungmin yang mengira kami bersahabat. Sedangkan aku? Aku mengharapkan lebih dari itu.
End of flashback
Aku termenung. Yah benar Sungmin hanya menganggapku sebagai sahabat. Buktinya dia sekarang malah ingin melamar gadis lain. Haha Kintan kau terlalu berkhayal ingin bersama dengan Sungmin. Aku berbalik dan berjalan menghampirinya.
“Kintan!! Gawat!! Aku harus segera ke taman!!” Sungmin berlari kesana kemari sambil sibuk memakai kemejanya.
“Ha? Ngapain??” Tanyaku bingung.
“Hari ini aku ada janji dengannya!!” Ucapnya lalu berdiri di hadapanku sambil sibuk memasang kancing kemejanya.
“Sudah biar aku… loh? Bukannya besok??” tanyaku sambil memasangkan kancing kemejanya.
“Aku tidak bisa besok.. karna ada syuting..” Ucapnya.
“Oh..” aku hanya membulatkan mulutku.
“Ayo! Kau harus ikut!!” Dia menarik tanganku.
“Ha?? Kok aku??” Tanyaku bingung.
“Kau harus menyemangati sahabatmu ini… ayolah~~” Dia menatapku.
“Ah baiklah ayo..”
Ia memacu mobil dengan cepat. Aku hanya bisa menatap keluar jendela. Ah sebentar lagi aku akan melihatnya. Tuhan kenapa kau ingin membuatku menderita? Tidak cukupkah bagimu jika aku tidak dapat memiliki Sungmin??
“Yap! Kita sudah sampai~~” Sungmin tersenyum dan membukakan pintu untukku.
“Ok~ dimana gadismu??” tanyaku.
“Hehehe sebenarnya kita datang 15 menit sebelum gadis itu datang..” Sungmin tersenyum malu malu kearahku.
“Aigoo~~ sudahlah sekarang kita ngapain??” tanyaku sambil menghempaskan tubuhku di salah satu kursi taman Sungmin mengikutiku. Dia menyentuh pundakku dan menatap dalam mataku.
“Ayo kita latian sekali lagi..” ucapnya serius.
“A.. ayo..” Ucapku gugup. Aish!! Aku harus tenang!! Jangan sampai ketauan ama Sungmin kalau wajahku memerah.
“Kim Kintan.. Saranghae “ ucapnya.
“Nado saranghae Lee Sungmin..” ucapku
“Lalu setelah itu??” tanya Sungmin melepas pegangannya di pundakku.
“Hmm.. let me see…” Aku berpikir sejenak.
“Ah aku tau!! Setelah kau menyatakan perasaanmu dan di sambut baik oleh si gadis kau harus memberikannya kecupan lembut di bibirnya atau keningnya!! Ahahaha tapi itu untuk gadismu loh Sungmin!!” Aku tertawa. Yah untuk gadis yang kau cintai Sungmin dan sayangnya aku mengharapkan ciuman darimu.
“Jinjja? Ok aku akan mencobanya..” Sungmin kembali memegang pundakku dan mendekatkan wajahnya ke wajahku kemudian menutup matanya. Aku terdiam membeku. Entahlah aku tidak tau harus berbuat apa saat wajahnya semakin mendekat ke arahku. Tubuhku menegang.
“Kau tau? Wajahmu sangat lucu sekali sampai sampai aku ingin tertawa..” Dia berbisik pelan di telingaku. Wajahku seketika memerah
Bletak!!
“Ya!! Lee Sungmin!! Kau cari mati!!” omelku.
“Hahahaha!!! Eh..” Dia berhenti tertawa dan pandangannya lurus ke depan.
“Ya?? Kau kenapa??” tanyaku lalu mengikuti arah pandangannya dan saat itu juga aku tau apa yang membuatnya terdiam seperti itu. Aku melihat seorang gadis berambut hitam panjang terjuntai indah tengah berdiri sambil menelpon.
“Dia? Gadis yang ingin kau lamar??” tanyaku hati hati. Sungmin hanya mengangguk.
“A.. apa yang harus aku lakukan??” tanyanya bingung. Kudorong pelan bahunya.
“Pergilah kesana dan katakan padanya kesungguhanmu..” ucapku. Dia mengangguk dan berjalan meninggalkanku. Kulihat samar samar Sungmin berbicara pada gadis itu aku tidak tau apa yang di ucapkan Sungminnamun setelah melihat gadis itu memeluk Sungmin aku sudah tau jawabannya. Aku tersenyum lirih. Saranghaeyo.. Lee Sungmin..
2 bulan kemudian…
Aku tengah mengemudikan mobilku pada pagi hari seperti ini. Haah.. hari ini ada syuting di Mokpo~~ aku harus cepat ke bandara nih. Huam~~ ngantuknya~~ ini pasti gara gara aku tadi malam terlalu asyik main dengan Hyuk Siwon Donghae dan Taemin -____- Aku terus menguap dengan lebarnya tanpa kusadari sebuah truk melintas dari arah berlawanan.
“Waaaaaa!!!” Aku berteriak dan segera membelokkan mobilku ke arah yang lain sayang aku malah terjun ke dalam jurang. Samar samar dapat kuingat kenangan masa laluku bersama orang orang yang kucintai dan seluruh pandangan menghitam.
Sungmin Pov
Aku baru bangun dari tidurku. Kupegangi kepalaku yang sedikit pusing akibat semalam bertengkar hebat dengan Hyerim. Yah Hyerim adalah calon istriku. Namun sayangnya tidak lagi karena tadi malam aku memutuskan pernikahan itu. Entah kenapa semenjak aku dekat dengannya apa yang kuharapkan sejak awal padanya tidak pernah ada malah akhirnya kami berujung dengan pertengkaran. Sekarang aku sudah tau dengan siapa sesungguhnya yang kucintai. Yah sahabatku sendiri Kim Kintan. Handphoneku berbunyi nyaring. Dengan cepat kuangkat. Perasaanku sedang tidak enak.
“Yoboseyo?” ucapku.
“Hyung!! Gawat!! Kintan noona kecelakaan dan sekarang sedang koma!” Pekik Kyuhyun adik.
“MWO!! Baiklah tunggu sebentar aku akan segera kesana..” Aku bergegas mengambil kunci mobil dan melesat menuju rumah sakit.
Kintan Pov
Aku terdiam menatap tubuhku yang tepat di hadapanku. Baru saja aku bangun dan kaget begitu melihat jiwaku berada di luar tubuhku. Bingung bagaimana caranya agar bisa masuk lagi kedalam tubuhku. Samar samar terdengar derap langkah yang berusaha menerobos masuk. Dan kulihat dia dengan tampang terengah engah duduk di samping tubuhku yang diam.
“Annyeong Kim Kintan..” Bisiknya lembut. Ingin sekali aku memeluknya. Sudah lama aku tidak melihatnya.
“Jeongmal bogoshippo..” ujarnya. Aku tersenyum. Aku juga Sungmin aku sangat sangat merindukanmu melebihi dirimu.
“Kau tau?? Tadi malam aku bertengkar hebat dengan Hyerim dan keputusan akhirku adalah aku memutuskan pernikahan kami..” ucapnya. Deg~ aku terkejut. Apa?? Mereka putus??
“Hei.. cepatlah bangun.. aku tengah bersedih ini.. aku butuh teman untuk bercerita.. bukannya kau suka mendengarku bercerita??” ucapnya. Air matanya mulai meleleh. Aku berdiri di sampingnya yang terus menatap tubuhku tak berdaya di tempat tidur.
“Kau tau?? Ada satu hal yang ingin kuucapkan secara langsung padamu…” Dia mendekatkan wajahnya dengan wajahku dan di kecupnya perlahan keningku. Aku dapat merasakn kecupannya walaupun aku tidak berada di tubuhku.
“Saranghae Kim Kintan..” Ucapnya. Aku bergerak perlahan mendekatinya. Tangisku pecah saat itu juga. Aku.. Aku juga sangat mencintaimu Sungmin…
Kudengar bunyi pendeteksi jantung berdenting keras dan saat itu juga perlahan lahan jiwaku memudar dan menghilang namun di saat terakhir aku dapat melihat Sungmin meneriaki namaku dengan keras. Aku hanya dapat tersenyum simpul. Gomawo.. Jeongmal saranghae, Lee Sungmin
Sungmin Pov
“Ini diary Kintan tamapknya kau harus membacanya..” Heechul memberiku sebuah buku diary berwarna putih bersih. Aku dengan malas mengambilnya.
Cklek..
Kubuka pintu kamar gadis yang menjadi sahabat sekaligus orang yang teramat kucintai. Saat aku masuk aroma apel menyeruak masuk kedalam rongga hidungku. Kamar ini masih sama seperti saat Kintan meninggalkannya. Yah dia sudah pergi meninggalkanku meninggalkan semua orang yang mencintainya. Aku duduk di atas tempat tidurnya. Aku teringat saat Aku dan para member Super Junior bermain di kamarnya dan dia mulai mengahardik kami. Aku tersenyum kecil mengingat momen itu. Ah aku teringat dengan diary putih yang di berikan Heechul hyung padaku. Kubuka perlahan.
3 februari 1995
Ah hari ini si setan kecil itu berulang tahun saengil chukae dongsaeng noona mencintaimu~~ aku tadi melakukan ciuman di kepala dan pipinya sehingga membuatnya merona malu~~ aku sangat senang sekali tapi hal yang paling kusenangi adalah bertemu dengannya.
Aku menatap bingung melihat diary Kintan. Siapa yang di temuinya dulu?? Terus kubalik balik halaman sampai aku melihat tanggal yang di lingkar dengan pen wana merah.
10 oktober 2005
Aku bertemu dengannya!! Akhirnya aku bisa satu kampus dengannya oh tuhan ternyata kau baik sekali bisa mempertemukanku dengannya. Saat kami bertemu dia memelukku dengan erat dan berkata bahwa dia sangat merindukanku. Syukurlah eomma menyuruhku pulang ke Seoul dan kuliah di sini dari pada di Roma.
Seseorang yang memeluknya?? Memang saat aku bertemu dengannya aku memeluknya dan mengatakan bahwa aku merindukannya tapi bukankah bukan hanya aku mengatakan hal tersebut??
21 desember 2010
Hari ini aku berulang tahun. Aku banyak mendapat hadiah dari fans fans ku. Bahkan tadi Nickhun, Leeteuk oppa , Chansung, Jaejoong, Siwon, Minho, Zhoumi, Gikwang, GD, dan Hongki melamarku karna mereka bilang lamaran untukku lah yang cocok sebagai hadiah ulang tahunku. Aku hanya tertawa karna aku tau mereka lupa membelikanku hadiah. Kecerianku berlanjut namun tak berapa lama memudar karna aku dibawa pergi keluar oleh Sungmin. Dia bercerita bahwa akan melamar seorang gadis.
Maksudnya?? Jadi dia bersedih saat itu?? Ah!! Sungmin!! Kau bodoh sekali!! Kenapa kau tidak melihat wajahnya saat kau bercerita!! Kau malah terlalu asik memuja muja Hyerim!!
22 Januari 2011
Hari ini adalah kertas terakhir dalam diariku. Haha sama dengan kehidupanku. Hari ini lembaran lamaku dengan Sungmin harus berakhir. Yah aku harus berusaha melupakannya. Karna minggu depan ia akan menikah dengan Hyerim gadis yang kemarin di lamarnya. Hahaha Kintan kau bodoh sekali!! Kenapa tidak sejak dulu kau mengatakan menyukainya?? Kau pengecut!! Tidak berguna!!! Sekarang kau menyesal kan?? Hahahaha aku memang terlalu polos… yah biarlah waktu sudah berlalu. Biarkan rasa sukaku ini berlalu bagaikan hembusan angin yang tenang. Bolehkan aku mengucapkannya? Tidak papa ini untuk yang terakhir kalinya.. Lee Sungmin Saranghae…
Itulah lembaran terakhir dari diary Kintan. Sungmin kenapa kau tidak menyadarinya dari dulu?? Kau laki laki yang jahat!! Tidak punya perasaan!! Kau tidak pantas hidup!! Aku tersenyum miris. Aku keluar dengan perasaan yang campur aduk. Aku berjalan menyeberangi jalan tanpa melihat kendaraan.
“Awas!!!!” Seseorang menarikku hingga kami terjatuh berdua. Aku berdiri dan melihat orang penyelamatku. Dia seorang gadis. Dan terkejutnya aku melihatnya wajahnya sangat mirip dengan Kintan.
“Kintan??” ucapku
“Maaf tapi aku bukan Kintan … aku Kang Minri…”Gadis itu berlalu meninggalkanku.
“Tunggu.. kau mau menemaniku minum di kedai kopi??” tanyaku. Dia menatapku bingung namun dia mengangguk dan tersenyum anggun.
Tuhan terima kasih karna sudah memberiku kesempatan kedua untuk belajar mencintai seseorang. Kim Kintan semoga kau tenang di sana. Saranghae….

The End

Mianhe, Saranghae

Aku dan kedua temanku baru saja sehabis berjalan jalan pagi. Kami tengah asyik bercanda.
“Andrew, coba liat itu..” Salah satu temanku yang bernama Nathan menunjuk kearah dekat sebuah pertokoan yang berjarak hanya 100 meter dari kami.
“Apaan??” tanyaku lalu mengikuti arah yang ditunjuk olehnya. Terkejutnya aku melihat apa yang ditunjuk oleh Nathan. Seorang gadis dan pria tengah berdiri berhadap hadapan. Gadis itu menggenggam tangan pria itu.
“Bukannya itu Nicole dengan Dennis??” tanya temanku yang satu lagi, Jordan. Rahangku mengeras. Kulihat Nicole perlahan menjauhi Dennis. Dengan cepat aku berjalan menuju Dennis dan langsung menarik kerah bajunya.
“Loh? Apa apaan ini??” Tanya Dennis.
“Kau ngapain sama Nikki?!”Tanyaku galak.
“Kau melihat kami?” Tanyanya.
“Tentu saja!! Nah cepat katakan kau ngapain dengan Nikki tadi!!” ucapku tak sabaran.
“Bukan urusanmu” Ucapnya cuek.
“Urusanku!! Karna dia itu yeoja chinguku!!” Ucapku emosi.
“Dia bukan yeoja chingumu lagi Andrew.. bukankah kalian sudah putus minggu lalu karna kau cemburu saat melihat aku jalan dengan Nicole??” Ucapnya santai.
“Kau!!!” Aku sudah bersiap menggepalkan tinjuku kewajahnya.
“Udah udah!! Cukup!!” Jordan dan Nathan menghampiri kami dan segera melerai. Jordan memegang lenganku sedang Nathan menahan Dennis.
“Lepas!!” Bentakku pada Jordan yang memegangiku.
“Sebaiknya kau itu pergi dari kehidupan Nicole!! Karna kau!! Dia terluka!!” Pekik Dennis.
“Apa maksudmu!! Dia bahagia bersamaku!!” Pekikku balik.
“Itu hanya di pikiranmu!!! Kau tidak mengenalnya dengan cukup baik!! Seharusnya Nicole tidak pernah bertemu denganmu!!” Pekik Dennis dan pergi.
“Hei!! Tunggu!! Aku tidak mengerti!!” Pekikku hendak menghentikannya. Namun Dennis sudah terlalu jauh pergi.
“Sudahlah Andrew.. tidak usah kau pikirkan..” Nathan menenangkanku.
“Aku sepertinya harus pergi..” Aku berjalan sendirian meninggalkan kedua temanku. Sampailah aku di taman tempat aku dan Nicole dulu sering bersama. Terbayang masa lalu kami saat masi bersama.
Flashback
“Ayo Andrew!! Smile!!” Nicole tersenyum sambil memfoto kami berdua dengan kamera polaroid terbarunya.
“Aish.. Nicolei kau taukan aku tidak suka di foto” omelku
“Sudah jangan cerewet!! Smile mu mana!!” Nicole memegang pipiku dan mulai asyik merusak wajahku dengan tangan mungilnya.
“Ya.. ya… sudah sudah kau bisa merusak wajah tampanku..” omelku lalu mulai mencubit pipinya yang lembut.
“Tampan?? Kau itu tidak tampan!!” Ucapnya sambil tertawa.
“Apa maksudmu?? Buktinya kau mau denganku!!” Ucapku sambil mengacak rambutnya.
“Hei!! jangan mengacak rambutku!!” omelnya sambil merapikan rambutnya.
“Say cheese!!” Aku langsung menariknya ikut berfoto.
Klik
“Yaaaa!!! Mukaku jelek!!” omelnya saat fotonya keluar.
“Aku tampan~~” Aku nyengir kuda.
“Awas kau Andrew!!!” Dia mendorongku kedalam kolam ikan.
Byur!!
“Huaaa!! Aku basah!!” Pekikku.
“Hahahahaha rasakan!!” Dia cekikikan.
“Tunggu Nicole!!!” Kutarik dia masuk kedalam kolam ikan.
Byur!!!
Akhirnya kami berdua masuk kedalam air. Kami asyik bermain air bersama.
End of flashback
Aku tersenyum saat mengingat masa masa itu. Kenapa hal itu harus cepat berlalu?? Yah aku tau itu semua salahku karna terlalu cemburu. Sudah sifatku yang terlalu egois yang tidak pernah ingin Nicole tertawa bahagia dengan pria selain aku. Aku tersenyum miris. Aku emang makhluk yang jahat. Tidak pernah memikirkan perasaan Nicole. Baiklah sudah kuputuskan aku akan ke rumah Nicole dan meminta maaf padanya dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahanku. Bagiku kebahagian Nikki adalah segalanya.
Kriiing..
Handphoneku berdering keras. Kulihat nama yang tertera di layar, dari Nathan. Ada apa ini?? Tumben sekali dia menelpon?
“Halo..”
“Andrew!! Gawat!!” ucap orang di seberang sana khawatir.
“Ada apa??” tanyaku bingung.
“Nicole.. nicole…” ucapnya terbata bata. Perasaanku mulai tidak enak.
“Nicole?? Kenapa dia??” Tanyaku mulai khawatir.
“Dia koma… dia sekarang dirumah sakit di dekat taman!!”
“Ok.. aku bakal segera kesana!!” Aku memutuskan sambungan telpon dan segera berlari menuju rumah sakit. Tuhan semoga Nicole baik baik saja. Kumohon aku belum sempat meminta maaf padanya. Tolong jangan biarkan dia pergi sebelum sempat aku mengatakannya. Aku sudah sampai di lorong rumah sakit. Sedikit lagi aku sampai di UGD tiba tiba sebuah tangan memegang lenganku. Aku berhenti dan menoleh, ternyata itu Dennis. Entah kenapa amarahku yang tadi ingin meledak segera menghilang saat melihat wajahnya yang sedih. Ia meletakkan sesuatu di tanganku. Begitu kulihat, ternyata sebuah cincin. Tunggu bukankah ini cincin yang pernah kuberikan pada Nicole dulu. Bagaimana bisa ada dengannya? Aku menatapnya bingung.
“Kau ingin bertanya kenapa cincin itu bisa ada denganku kan?” ucapnya. Aku hanya mengangguk.
“Tadi saat kau melihat kami, dia memberiku ini.. dia berkata jika nanti aku bertemu denganmu dia ingin aku memberikannya padamu…”
“Kenapa?? Kenapa??” tanyaku.
“Kau tau?? Itu karna dia sudah tidak sanggup lagi menjaga cincin ini… Dia yakin hidupnya sudah tidak panjang lagi.. saat kau memutuskannya kau lihat dia hanya tersenyum dan menarikku pergi.. saat itu aku ingin memberi tahumu bahwa dia tengah sakit keras.. sayang dia melarangku memberi tahumu… Kau tau? Sampai saat ini dia masi mencintaimu Andrew..” Jelas Dennis. Aku hanya bisa terdiam. Aku ingat saat aku berkata ingin putus dengannya. Dia tersenyum. Senyuman yang menyayat hatiku. Kupikir dia sudah tidak mencintaiku lagi. Ternyata aku salah dia.. masi seperti dulu.
“Thanks Dennis kau sudah memberi tahuku..” Aku tersenyum.
“Berusahalah kawan… dia memilihmu bukan aku..” Dia menepuk bahuku dan berlalu. Aku segera berjalan menuju kamar Nicole. Tinggal beberapa langkah lagi namun saat aku hampir sampai pintu ruangan Nicole terbuka da beberapa suster mendorong sebuah tempat tidur yang berisikan Nikki. Dokter tengah berbicara dengan Nathan. Jordan dan Bryan terdiam. Aku tau. Saat ini pasti datang. Tapi yang kusesali adalah. Kenapa ku tidak bisa ada di saat akhir hidupnya?? Aku berjalan dengan perlahan. Kuhampiri tubuhnya yang dingin. Kusentuh keningnya. Wajahnya terlihat cantik meskipun jiwanya sudah pergi.
“Oh girl i cry cry your my all say goodbye bye Oh my love don’t lie lie you my heart say goodbye” Air mataku terus mengalir tak dapat lagi kebendung. Maafkan. Maafkan aku Nicole.. aku mencintaimu…

Tamat

apa apa mau protes??
noh protes ama kyuhyun aja!!
lagi stress ini s.a gak sempet dilanjutkan!!
mohon maaf jangan lempar saya
maafkan saya author yang cantik ini tidak sempat melanjutkannya
dan malah bikin ff ini u,u

SM Kindergarten

Di sebuah Tk ada berpuluh puluh anak Tk. Di sebuah kelas tengah berlangsung tanya jawab mengenai cita cita. Nah beginilah kira kira percakapannya.
“Anak anak hari ini seosangnim ingin bertanya tentang cita cita kalian, nah kita mulai dari Leeteu!”
“Cita cita ku ingin menjadi orang yang baik dan pemimpin yang di sukai orang orang ^^” Leeteuk tersenyum angel smilenya nongol.
Plok plok
“Wah bagus sekali bagaimana denganmu Hyuk?”
“Kalo aku ingin berkeliling dunia!!” Hyuk tersenyum senang.
“Bagaimana bisa? Kau ingin berkeliling dunia tapi jarang mandi!!” ucap Kyuhyun.
“Ya!! Kau tidak sopan!!” omel Hyuk.
“Hei sudah sudah!! Kyu kau ingin menjadi apa??”
“Aku? Tentu saja jadi gamer profesional dong~~”
“kalau kamu Hyeonri?”
“Aku ingin jadi dokter anak!! Jadi anak anak yang sakit bisa aku sembuhkan!!” uvap Hyeonri riang gembira.
“Wah cita cita mu bagus ^^” puji Donghae
“Komapta >//<”
“Hae ingin jadi apa?”
“Aku ingin jadi seorang pria yang bisa romantis untuk wanita yang kucintai..” Donghae menatap Hyeonri dengan tatapan cintanya.
“Aish menggelikan sekali mereka saling jatuh cinta..” Cibir Heechul.
“Ditha ingin jadi apa?”
“Aku ignin jadi pelukis terkenal dan wanita tercatik di dunia!!”
“Hei!! Itu cita citaku!!” Pekik Heechul.
“Aku duluan!! Weeeek!!” Ditha menjulurkan lidahnya.
“Gak mau !!! itu cita citaku!!” Pekik Heechul
Mereka mulai berkelahi.
“Hei!! Jangan berkelahi!” lerai Seosangnim.
“Sudahlah seosangnim mereka bisa baikan lagi kok~~ namanya juga anak anak” ucap Kyuhyun santai.
“Haa baiklah Yesung mau jadi apa?”
“Aku.. ingin menjadi penyanyi terkenal..”
“Hany?”
“Aku mau jadi pemilik café dan koki terkenal jadi ketika suamiku pulang sehabis bernyanyi di tv aku akan memasakkannya makanan yang enak” Hany ngelirik Yesung.
“Eaa ini lagi pasangan romantis” ucap Kangin.
“Kalau kau Kangin?”
“Aki ingin jadi pria keren jadi di kejar kejar yeoja cantik”
“Para wanita berhati hatilah dengan Kangin” Ucap Ririn.
“Ririn mau jadi apa?”
“Ririn mau jadi penulis terkenal!!”
“Kalo Siwon?”
“Dia mau jadi pastor..” celetuk Kyuhyun.
“Ya!! Tidak seosangnim aku ingin jadi penerus keluargaku..”ucap Siwon
“Ciee~~” ucap Kintan
“Nah? Kalo Ryeowook?”
“Aku mau jadi pemain piano terkenal! Jadi ibuku bisa bangga melihatku di tv!!”
“Wah hebat!” puji Rinhyo
“Gomawo X)”
“Rinhyo?” tanya Seosangnim.
“Aku mau jadi desainer dan buka butik yang terkenal di seluruh dunia!!” ucap Rinhyo
“Wah bagus sekali” puji Seosangnim
“Gomawo~ ntar Seosangnim beli baju baju di butikku ya ^^”
“Ne~~ ya! Rira!! Kenapa bawa laptop?” omel Seosangnim
“Lagi liat saham seosangnim “ ucap Rira.
“Ckck pasti cita cita mu jadi pengusaha kan?”
“Yup! Betul sekali! Pasti nanti aku kaya raya!! Hohohoho” Ucap Rira sombong.
Duit mulu pikiran lu Ra” Ucap Shindong.
“Biarin dari pada situ malkan mulu :P”
“Sudah sudah Shindong mau jadi apa?”
“Aku mau jadi aktor komedian!! Aku suka membuat orang tertawa!!”
“Bagus bagus Ya ampun!! Chaeri! Ngapain?”
“Lagi belah kodok seosangnim..” Ucap Chaeri polos.
“Jangan di kelas ini!!”
“Lalu?”
“BUANG!!”
“Yaaah~`” Chaeri berjalan keluar sambil membawa kodok yang bentuknya uda kagak genah.
“Selera makanku hilang” Gumam Shindong.
“Naah.. Hankyung ingin menjadi apa?”
“Aku ingin menjadi pengusaha makanan nanti akan kubuka restoranku sendiri untuk orang tuaku nama tokonya ‘Hankyung Beijing Fried Rice’”
“Wah~~ ntar seosangnim numpang makan ya ihihihi”
“Ah seosangnim makan mulu sama kayak Shindong..” ucap Sungmin
“Yee.. biarin nah Sungmin mau jadi apa?”
“Aku ingin jado orang hebat dan akan kuubah seluruh dunia menjadi warna pink!!”
“Waduh mikirinnya aja uda gawat!!” Ucap Siwon
“Hahaha tidak papa saya mendukungmu Sungmin” Ucap Kintan
“Kintan~~” Sungmin menatap Kintan
“Ya ampun!! Kim Kintan!! Sudah seosangnim katakan jangan pake kuteks disini!!” omel Seosangnim kesal.
“Hehehe mianhe seosangnim”
“Kintan.. cita citamu apa?”
“Aku mau jadi aktris terkenal.. semua namja jatuh cinta denganku ihihi” Kintan cekikikan.
“Sekarang kau yang lebih berbahaya Kintan..” Ucap Kyuhyun
“Ya! Gak sopan! Sini kau!!”
“Week” Kyuhyun ngacir
“Ya Kyuhyun!1” Kintan mengejar
“Kibum mau jadi apa?”
“Aku mau jadi aktor di tv seosangnim ^^”
“Hei! Kok aku gak ditanya?” Omel Chaeri
“Eh uda nongol toh” ucap seosangnim
“Iya seosangnim -____-“
“Ok Chaeri mau jadi apa?”
“Aku mau jadi dokter bedah!! Jadi bisa ngebedah orang gitu!! Asik deh!!” ucap Chaeri riang
Siiing… sepi..
“Sepertinya yang lebih berbahaya itu Chaeri deh” Ucap Donghae
“Enak aja! Itu mulya! Iya kan seosangnim?”
Semua anak menatap ke arah seosangnim
“Ya begitulah … ee… seosangnim ada janji!1 annyeong!!” Seosangnim ngacir
“Ya seosangnim pergi..” ucap Hyeonri
“Pokoknya aku yang cantik!!” Pekik Ditha
“Gak!1 aku!!” Pekik Heechul
“Hadeh saya Yesung..”
“Saya Hany..”
“Saya Hyeonri..”
“Saya Sungmin..”
“Dan saya nona muda Kintan!!”
Bletak!
“Ya!! Berlebihan!! Nona muda!!” omel semuanya. Kintan manyun
“Sampai jumpa!!”
The End

Can I love You?

Aku berlari terengah engah waduh telat gak ya???
BRAK!
Ku lihat seluruh member sudah ada. Mereka kaget .
“ckckck.. ada apa sih hyuna?” tanya leeteuk
“fiuh syukurlah dia belum datang” aku bernapas lega
“Dia?”tanya heechul bingung
“siwon!” pekikku
“oh dia toh belum tuh..” ucap hyuk celingukan
“kenapa emang??”tanya sungmin bingung
“minnie kau tidak tau aku bermain film dengannya??” tanyaku kaget
“ani.. jadi kau di suruh siwon biar gak telat toh” ucap sungmin sambil makan permen lolipop
“ya begitulah.. minta dong!” ucapku dengan memelas
“tinggal yang ini mau??” ucapnya sambil menjulurkan permen bekas di emutnya
“sudahlah tidak usah” ucapku geleng geleng kepala
“hihihihi untung udah ku emut “ batin sungmin
“huam aku tidur aja deh oppa geser dong!” aku mendorong yesung dari sofa
“andwae! Aku mau tidur!” omel yesung masih kekeuh di situ
“huh gimana aku mau tidur?” tanyaku padanya
“ mana ku tau “ ucapnya cuek. Huh dasar manusia pelit! Aku meloncat ke sofa
GEDEBUK!
OMO! Aku sekarang berada tepat di atas tubuh yesung!! Ah peduli amat yang penting tidur!! *di tabok hany* aku segera memejamkan mataku lumayan anget nih
***
“ya ampun ini anak tidur kayak gitu ckckckck” Leeteuk geleng geleng kepala
“Biarkan dia lah hyung hyung aku bingung dia cewe ato cowo sih cuek banget tidur ama cowo aja biasa aku heran” hankyung sibuk membuat resep baru bareng ryeowook di ruang tengah
“tapi pas dia tidur manis “ sungmin mencubit pelan pipi hyuna
“betul juga dia juga slalu buat aku tersenyum” ucap donghae
“ceria slalu melekat diwajahnya” ucap kyuhyun tersenyum
“dia memang cocok jadi angel nya superjunior” ucap hyuk
“hyuk dia bukan milikmu tapi milik kita” ucap shindong mengingatkan
“alah hyung ntar diomel istrimu baru tau rasa” cibir hyuk
“hehehe ok milik kita semua kecuali aku” ralat shindong
“ tapi kalo kita semua menyukainya gimana dong?” tanya ryeowook
“kita harus bersaing sehat dong” ucap kibum
“kau tidak masuk hitungan” ucap donghae
“wae?” tanya kibum
“kau besok ke amerikaaaaaaa” ucap heechul
“dan aku pulang ke beijing hiks kenapa saat begini aku harus pergi “ ucap hankyung sedih
“sudahlah mungkin bukan takdirmu hankyung” ucap teuki senang
“ok mulai sekarang kita bersaing sehat!!” ucap kyuhyun
“OK!!!” Pekik semua member kecuali yesung
Cklek
“aku pulang!! Waaah hyuna sudah datang toh!! “ ucap siwon tersenyum sumringah
“dari tadi dia menunggu mu memangnya ada apa sih???” tanya sungmin penasaran
“kami mau kencan!!” ucap siwon
“MWO??!!”
“apaan sih? Kencan untuk film neng” ucap siwon santai
“ooh”
***
“huamm ngantuk” gumamku masih memeluk yesung
“heii berat tauu “ omel yesung. Mukanya tepat di depan mukaku jarak kami cukup dekat
“hehehe mianhe oppa hehehe “ aku cengengesan
“cepat bangun atau ku jitak kau” omel yesung
Aku segera bangun karna takut di jitak yesung. Heran kenapa sih ni anak ngomel mulu??
“huam wah siwon udah ada!!” ucapku lalu memeluknya
“ loh kau kenapa hyuna? Kok tiba tiba memelukku??” tanya siwon ups ya ampun betul juga! Kenapa aku memeluknya????
“a.. ani mianhe” ucapku tiba tiba
“oh kau berusaha mendalami peran mu ya?? Ok kalo begitu !! kkaja!” ia menarikku keluar
“aaaaaa tolong aku!!” aku memekik
***
Sampailah kami di taman hiburan yang cukup luas. Aneh kok sepi??
“ok kita mulai semua permainan di sini!! Ok!!”
Kami pun memulai semua permainan sampai malam dan kami makan malam di sebuah restoran yang cukup terkenal. Sekarang kami di dalam mobil menikmati indahnya malam
“oppa” ucap hyuna berusaha sok manis
“ mm??”
“saranghae” ucap hyuna berusaha sebisa mungkin sesuai dengan yang di contoh tadi siang oleh sutradara nya
“nado saranghae haena-ah” siwon tersenyum lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah hyuna. mereka pun berciuman. Makin lama ciumannya makin panas kini ciumannya turun ke leherku. Hyuna yang tidak mengerti apa apa hanya bisa diam atas perlakuan siwon. Dia kembali mencium bibir hyuna melumatnya dan kini lidahnya bermain bebas di mulut hyuna. Hyuna terdiam atas perlakuan siwon dengannya.
“eee ehem maaf aku terlalu bernafsu..” ucap siwon malu malu
“apa yang kau lakukan tadi?” tanya hyuna dengan polos. Sontak membuat siwon kaget
“mwo?? Kau tidak tau??” tanya siwon bingung
“nee aku tidak tau.. apaan sih??” tanya hyuna penasaran
“itu namanya ciuman digunakan untuk mengungkapkan perasaan sayang kita kepada orang lain paham??” ucap siwon
“ne arraseo..” ucap hyuna tersenyum
“berarti itu baru pertama kali kau ciuman”
“yaa begitulah..”
“selama ini yang melakukannya siapa??”
“stunt girl..” ucap hyuna polos
“mwo?? Hahahaha stunt girl?? Ada ada saja kau!! Sudah ayo kita pulang” Siwon memacu mobilnya membawa mereka pulang ke dorm.
***
Cklek.. Hyuna membuka pintu dorm.
“Kami pu..” sebuah tangan mungil memeluknya erat.
“Hyuna kau tidak papa kan? Kau ngapain aja sama siwon sampai pulang malam kayak gini?” ucap Sungmin khawatir.
Jangan Hyuna jangan ceritakan kalau kita tadi melakukan apa batin siwon
“Kami ke taman hiburan lalu ke restoran lalu nikmatin pemandangan dan melakukan sesuatu..” ucap Hyuna terputus dan membuat tanda tanya semua orang.
“Apa??” tanya sungmin bingung bercampur penasaran. Awas saja kalau siwon melakukan hal yang aneh aneh sama Hyuna ku bunuh dia gumam sungmin dalam hati.
“Ini..” Hyuna mencium lembut bibir Sungmin. Semua tercengang. Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya. Hyuna memang polos pikir siwon lalu berjalan masuk kamar.
“Hya!! Hyuna!! Kenapa kau mencium sungmin!!” pekik Heechul. Hyuna melepas ciumannya membuat sungmin kehilangan keseimbangan.
“Siwon yang bilang katanya ciuman di berikan pada orang yang kia sayangi “ ucap Hyuna polos.
“Grr.. kemana pembuat onar itu?? SIWOOOON!!!” Pekik Teuki.
“Hahahaha sudah sudah Siwon tidak salah kok cuman Hyuna saja yang salah mengartikan jadi Hyuna ciuman itu di berikan untuk orang yang kita sukai” Jelas Hankyung
“Sukai??” Tanya Hyuna bingung
“Loh kau belum pernah menyukai seseorang?” Tanya Eunhyuk
Hyuna hanya menggeleng pelan membuat semua orang terkejut.
“Ha? Serius? Kau belum pernah satu pun?” Tanya Ryeowook kaget
“Apa itu suka?” Tanya Hyuna penasaran
“Suka itu perasaan yang timbul saat dekat seseorang dan kita tidak mau orang itu pergi dari kehidupan kita..” Ucap Yesung
“Ooh.. berarti suka itu seperti aku ingin selalu di dekat kalian..” Ucap Hyuna
“Bukan Hyuna suka itu lebih spesifik hanya untuk beberapa orang saja “ jelas Donghae
“Belum entahlah aku ngantuk huam lebih baik aku tidur” Hyuna berjalan masuk ke kamarnya.
“A.. aku di cium aku di cium CIUM!!??” Sungmin masih shock
Bletak!
”Ya!! Berhentilah bicara seperti itu!! Kesal aku jadinya!!” Bentak Heechul esmosi
“Alah hyung bilang aja iri” Sungmin berhasil ngacir sebelum di puku lagi dengan Heechul
“Haaaah besok akan jadi hari yang melelahkan..” gumam Leeteuk pelan
“Maksud hyung???” Tanya semua member yang masi di ruang tengah
“Liat aja besok” Leeteuk tersenyum mencurigakan lalu masuk kamar

Apa yang akan terjadi besok??

To Be Continued