Secret Angel Part 6

 

“Oppa….” Ucap Hany masih membeku.

“Annyeong Hany ah ^^” Jaybeom tersenyum lalu segera duduk di hadapan Hany.

“perkenalkan anak kami Park Jaybeom ^^ tapi aaah.. tampaknya kalian sudah saling kenal ya?” Ahjumma memperkenalkan Jaybeom pada Hany

“Nde eomma… kami sudah kenal…” Jaybeom tersenyum manis.

“Wah kalau begini sepertinya tidak ada halangan lagi untuk menunangkan anak kita ini..” appa tersenyum senang.

“Iya bagaimana kalau minggu depan saja pertunangan ini di mulai??” ucap Ahjussi

“Wah ide yang bagus ^^ Hany tampaknya nanti kau pasti akan sangat cantik mengenakan gaun untuk pertunanganmu.. eomma sudah memilihkan butik yang cocok untukmu..” eomma tersenyum sambil mengelus rambut Hany. Hany hanya bisa terdiam tidak tau ingin bicara apa. Sedangkan Jaybeom tersenyum kemenangan sambil menyeruput teh hangat.

“Ah sudah malam eomma aku harus pulang ke dorm ku… Appa Ahjussi Ahjumma Jaybeom oppa aku pulang dulu..” Hany membungkukkan badannya.

“Biar ku antar..” Jaybeom berdiri lalu membungkukkan badannya di depan orang tuanya dan orang tua Hany.

Yap disinilah mereka berdua di dalam mobil Jaybeom terdiam dalam kesunyian.

“Jadi…. Oppa sudah tau??” Tanya Hany memecah kesunyian.

“Aku tau baru saja saat di telpon eommaku… “ ucap Jaybeom lalu menatap Hany.

“a.. ada apa??” Tanya Hany dengan wajah yang memerah.

“Syukurlah orang yang di jodohkan dengan ku ternyata kau kupikir orang lain…” Jaybeom tersenyum lalu kembali menatap kearah jalanan.

Akhirnya mereka sampai di apartemen tempat dorm Hany.

“Kamsahamnida oppa karna sudah mengantarku…” Hany membungkuk

“Hahahaha Gwaenchana.. bukankah itu yang harus dilakukan oleh calon suamimu ini?” Jaybeom kembali memamerkan deretan gigi putihnya.

“Jadi maksud oppa… oppa menerimanya??” Tanya Hany bingung

“Yah begitulah… ya sudah aku pulang dulu ya ^^ annyeong Hany~~” Jaybeom memacu mobilnya meninggalkan Hany yang masih terpaku. Diam dengan keadaan yang sekarang menimpanya.

Cklek..

“Hany pulang~~” Gumam Hany pelan.

“Hai han!! Wah kau nda ikuutan sih seru loh tadi~~” ucap Hyeonri yang menghampiri Hany.

“Jinjja?? Ah aku jadi menyesal “ Hany menghela napas

“Kau kenapa han?? Sakit??” Chaeri menatap wajah Hany yang mendung.

“Ah a..aniyo… hoam~~ ngantuk~~” Hany memilih masuk kamar menemani Ditha yang sudah hilang di alam mimpi.

Blam!

“Eh dia kenapa??” Tanya Chaeri pada Hyeonri namun yang ditanya hanya mengangkat bahunya seraya tidak tahu.

Keesokan paginya……

Chaeri terbangun menggeliat sedikit namun begitu membuka matanya shock melihat apa yang berada tepat dimukanya. Sebuah speaker besar berjarak 10 centi tepat dimukanya.

“Ya!!!!! Apa apaan ini!!!” pekik Chaeri marah.

“Kau itu bangun harusnya Chaeri!!! Kau ini ada syuting di Inkigayo!!!!” Pekik manajer Kim dengan speaker besarnya.

“Tapi aku sudah bangun onnie!!!!” pekik Chaeri tak kalah besarnya walau tanpa speaker.

“Oh?? Ya sudah!! Cepat sarapan!!” ucap Manajer Kim tapi masi menggunakan speaker.

“Iya!!! Tapi tolong singkirkan speakernya dulu!!!!” Pekik Chaeri emosi.

“Ah ne~~~” Manajer Kim menyingkir sebentar. Chaeri bangun lalu berjalan keluar kamar sambil mengomel ngomel. Dilihatnya di luar sudah ada Hyeonri Ditha Hany Kintan dan Ririn yang rapi memakai baju dan tengah duduk manis sambil makan sarapan masing masing.

“Ckckckck… baru bangun ini manusia…” Gumam Kintan

“Ish berisik sekali… oh iya Hyeon kau mau kemana??” Tanya Chaeri

“Mau ke Foresight ….” Kata Hyeonri tenang.

“Kau ta??”

“Aku ke Youngstreet hari ini sama si Heechul babo…” Ucap Ditha santai.

“Kau han?”

“Ha? A..aku ada urusan bentar hari ini..”

“Rin~~ kita bebas!!!” ucap Kintan senang

“Yeh helmoni!! Kita bebas!!” Ucap Ririn senang mereka lalu ber high five ria.

“Iyelah terserah… aku mau ke atas dulu lama sekali dia tuh..” Ditha berjalan duluan naik ke atas.

“Aku cuci piring dulu.. Han bantu aku..” Hyeonri berjalan ke dapur.

“Mianhe.. aku mau pergi sekarang..” Hany menunduk lalu pergi begitu saja.

“Elah dia kabur… Chaeri bantu aku!” Hyeonri menyeret Chaeri ke dapur.

“Ya!!! Aku belum selesai makan!!” omel Chaeri

“Udah ayo cepet~~”

“Rin kita ke lantai 11 aja yuuuuk~~” Kintan menggandeng lengan Ririn

“nde!! Kajja Helmoni~~” Ririn menggengam tanggan Kintan

“Ya!!! Kalian mau kemana!!!” pekik Manajer Kim

“Mau ke atas~~ annyeong!!!” Mereka berdua ngacir.

Cklek~~ mereka masuk dengan gampangnya karna sudah hapal pass dorm SuJu.

“Annyeoooooooooooong~~~~~” pekik mereka riang.

“Aish kalian ini bisa gak sih kalo datang jangan tereak -__- “ gerutu Eunhyuk

“ciee oppa~~ marah~~” Ririn tersenyum manis ke arah Hyuk. Wajah Hyuk merah~~ keliatan ada apa apa nih~~

“Hyuk! Kau kenapa ?” Tanya Yesung

“A.. aniyo hyung..” Hyuk menunduk dan memilih masuk kamar.

“Heh? Dia kenapa??” Tanya Kintan pada Ririn. Namun dapat diliat wajah Ririn ikutan memerah.

“Ah sudahlah~~ eh semua pada belum bangun ya??” Kintan celingukan.

“Belum pada tidur tuh. ngomong ngomong kalian ngapain kesini numpang sarapan?-__-“ Tanya Yesung sambil menatap curiga.

“Yeee… tukang fitnah nih gak baik loh~~~ kami cuman main aja~~” Ririn nyeingir.

“Oh… ya udah aku mandi dulu ya..” Yesung ngeloyor pergi.

“Hoi! Yesung oppa mana??” Tanya Hyeonri yang tiba tiba ada di belakang mereka.

“Waaaaa kaget!!! Noh lagi mandi…” Kintan menunjuk kamar mandi.

“Oh.. uda deh aku bangunin Kyuhyun dulu~~” Hyeonri berjalan santai masuk kamar KyuMin

“Eh rin! Kita ke lantai atas aja yuk~~ dari pada disini gak seru~~” ajak Kintan.

“Em! Ayo!!” Mereka berdua pun berjalan naik ke atas.

Brak!!

“ALOHA!!!!” Pekik mereka senang.

“Ssssst!!” Hankyung dan Leeteuk membvekap mulut mereka berdua.

“Diem.. ada perang nih..” Bisik Leeteuk

“Ha? Dimana?” Tanya Ririn penasaran.

“Itu si Heechul ama Ditha..” Tunjuk Hankyung ke arah kamar Heechul yang sedikit terbuka pintunya. Kintan bergerak menuju ke sana siap siap nguping.

“….. kau tidak sadar apa! uda tampang ava twit kau dengan wajahmu itu persis dengan dakochan!!!!” Pekik Ditha esmosi.

“Mwo? Dakochan itu apa!!!!” Tanya Heechul bingung

“Cari aja sendiri!!! Uda aku pergi ke youngstreet sendirian aja!!!” Ditha berjalan keluar dengan tampang kesal. Kintan bergerak mundur karena dia tau sebentar lagi Ditha akan membanting pintu dengan keras.

BRAK!!!!!

Tuh kan bener .___.

“Hei dit…” sapa Kintan

“HM!” Jawab Ditha dan berlalu pergi begitu saja. Kintan mengurut dadanya lalu berjalan menghampiri 3 makhluk yang menatap Kintan dengan cemas.

“Wah wah dia marah..” Kintan mengeleng gelengkan kepalanya santai.

“Yuk sekarang kita ke kamar Heechul..” ajak Leeteuk. Saat mereka masuk mereka melihat tampang heechul yang shock. Ternyata dia beneran mencari apa itu dakochan dengan bantuan mbah google dan anda tahu sendiri kana pa itu dakochan? Author tidak ingin menjelaskan lebih lanjut karena takut dihajar dengan Heechul.

“Buh buahahahahahahahahaha!!!!!!!!” Kintan tertawa berguling guling di karpet kamar Heechul.

Leeteuk berusaha menahan tawanya. Sedangkan Hankyung dan Ririn merasa iba dengan keadaan Heechul menepuk punggung Heechul.

“Sabar oppa ditha gak bener bener kok ngomong kayak gitu….” Ucap Ririn menenangkan.

“Iya kuyakin ditha tadi hanya main main…” Tambah Hankyung.

“Aku … aku tidak percaya wajahku disamakan dengan makhluk ini…” ucap Heechul dengan tampang pucat pasi seperti mayat.

“Eee… lebih baik kita keluar dari sini saja.. ayo,…” Ucap Leeteuk yang diikuti Hankyung. Sedangkan Kintan masi tertawa hebat sampai harus diseret sama Ririn. Saat mereka keluar sudah ada Hyeonri yang duduk manis sambil ngeteh bareng Shindong.

“Ayo oppa kita foresight~~” Ajak Hyeonri semangat.

“Oh! Yaampun!! Aku lupa!! Nde kkaja Hyeon-ah~~” Leeteuk merangkul bahu Hyeonri yang kemudian ditatap cemburu dengan Kangin dan Donghae.

“Jujur.. Kangin oppa cemburunya ama Hyeon atau Teuki oppa..” ucap Ririn

”Ah aku ke bawah ah mau menenangkan Heechul oppa..” Kintan berjalan keluar.

“Ha? Ngapain kebawah -__-“ Tanya Donghae

“Ambil gitar dong~~tunggu ya~~” Kintan berjalan keluar. Saat dia berjalan keluar ada seorang pengantar paket tengah akan mengetuk pintu. Pria itu menyodorkan sekotak besar. Kintan yang bingung memilih tanda tangan dan membuka kotak itu. Sepasang sepatu lari yang terlihat cling cling bersinar di hadapannya. Dia berlari lagi masuk kedalam.

“Ya!!! Ini punya siapa???” Tanya Kintan sambil mengancungkan kotak tersebut.

“Oh itu.. paling punya..” Ucap Hankyung terputus

“Punyaku!!!!!” Heechul keluar sambil merampas kotak tersebut dan berlari lagi masuk kamar.

“Oh itu punya Heechul oppa? Hmm.. interesting..” Kintan mengeluarkan evil smilenya dan berlari keluar menuju lantai 11.

Brak!!

Para penghuni lantai 11 yang tengah bersantai kaget. Kintan menatap heran. Loh? 2 makhluk ini gak ke foresight ya?

“Loh? Kyu? Yesung oppa? Gak foresight?” Tanya Kintan

“Gak bukannya kami hari ini libur… ah kau ngapain datang lagi ha?” Tanya Yesung.

“Mau pinjam gitar sungmin oppa~~” Kintan mesuk ke kamar KyuMin. Dilihatnya sungmin yang masi nyenyak tertidur. Dengan perlahan diambilnya gitar Sungmin.

“Mau kau bawa kemana gitarku ha?” Gumam Sungmin. Kintan membeku.

“Hehe pinjam bentar ya~~” Kintan tersenyum

“Enak saja.. itu harta yang paling kucintai tau..” omel Sungmin

“Ayolah…. Oppa tampan deh..” Kintan mengeluarkan puppy eyesnya.

“O kau boleh meminjamnya tapi jangan sampai cacat!!!”

“Nde~~ baik deh.. annyeong!!” Kintan mengecup pipi Sungmin Kilat dan berlari begitu saja. Sungmin terdiam membeku. Sekarang pasti tampangnya bodoh sekali.

“Hyung? Kau kenapa?” Tanya Kyuhyun yang bingung melihat wajah Sungmin.

Brak!!!

“Hahahaha saya kembali!!” Kintan berjalan masuk dengan menenteng gitar curiannya. Dilihatnya Ririn yang tengah main ps dengan Donghae. Hankyung paling di dapur.

“Ya!! Oppa aku tidak akan kalah!!” omel Ririn

“Hahahaha kau sudah bewrkata itu berulang ulang rin~~” Donghae tertawa.

“yeeee aku sedikit lagi menang!!” Ririn mulai bersorak riang.

“Wah!! Ada permen di kepalamu ..” tunjuk Donghae

“Mana?” Ririn mendongak dan saat itu juga Donghae mengecup puncak kepala Ririn. Dan tadaa Ririn membeku tentu saja kesempatan itu tidak akan disia siakan oleh Donghae dia pun langsung meng gol gawang ririn. *oh jadi main Winning eleven toh -_-*

“Yaaaa!!!! Curang!!!!” pekik Ririn setelah sadar. Donghae hanya terkekeh pelan. Kintan yang merasa agak geli memilih mulai bernyanyi.

“Kim Heechul… dam dam… kau mirip dakochan.. cuap cuap cuap… oh Kim Heechul.. kau mirip dakochan.. cuap cuap…” Donghae dan Ririn ngakak.

“Diam kau!!!” Heechul melempar sepatu nya sebelah kanan yang langsung ditangkap Kintan.

“Kau bagaikan dakochan pemurung.. hanya akrna dihina jadi merajuk…”

“Pam pam cuap pam cuap..” Donghae dan Ririn mulai ikutan back vocal

“Berisiiiiiiik!!!!!!!” Heechul melempar sebelah lagi sepatunya. Kintan tersenyum senang lalu menangkapnya.

“Gomawo oppa!!!!” Kintan ngacir saat itu juga. Heechul keluar kamar.

“Ya!!!! Kembalikan sepatuku!!!!” Pekik Heechul emosi. Namun anda tau kan motto kintan? “Semua barang yang sudah di lempar kek Kim Kintan tidak akan pernah bisa kembali..” Kkk~~

Ok kita ke tempat Hany sekarang ya~~~

Hany POV

Aku sudah sampai di sebuah butik terkenal. Bukan bukan ini bukan di butik Rinhyo. Bisa gawat jika aku sampai ketahuan oleh orang lain aku akan bertunangan dengan pria bernama Jaybeom itu. Hhhhh aku bingung dengan nasibku sekarang. Kulangkahkan kakiku dengan berat menuju butik yang elegan itu. Didalam sudah ada eomma dan eomma jaybeom yang asik mengobrol. Saat aku akan menghampiri mereka sebuah lengan kekar memelk pinggangku mesra.

“Maaf aku tidak sempat menjemputmu..” bisiknya pelan di telingaku.

“Wah! Akhirnya datang juga!! Ayo Hany!1 kami sudah menemukan gau yang pantas kau kenakan saat pesta pertunangan nanti!! Dan Jaybeom!! Ini juga sudah ada tuxedo untukmu!! Cepat kalian ganti baju nya!” Eomma dan eomma jaybeom menarik kami ke kamar pas masing masing. Tak berapa lama aku keluar dengan mengankan gaun itu. Gaun berwarna putih dengan kesan elegan dan sempurna. Kulihat Jaybeom mengenakan tuxedo putih selaras denganku. Eomma dan eomma jaybeom menatapku takjub dan saat jaybeom menoleh dia juga menatapku dan dapat kulihat semburat merah di pipinya.

“Ayo Jay.. kasi komentar dong..” goda eommaku.

“Hany.. kau cantik.. sangat cantik sekali..” ucapnya. Aku hanya bisa tersenyum malu malu. Deg!! Apa apan aku ini!! Kenapa aku malu malu? Gawat! Ada apa dengan perasaanku ini?

“Sudah malam sampai jumpa Hany..” ucap Jaybeom saat mengantarku di depan dorm.

“Nde kamsahamnida Jaybeom oppa..” ucapku membungkuk sedikit dan berjalam menjauhinya. Saat aku hendak membuka pintu dorm aku elihat ke lima temanku juga hendak masuk.

“Loh? Hany? Dari mana aja??” Tanya Hyeonri

“Aku habis pergi tadi.. hehe” Aku nyengir malu malu.

“Oh ya ampun!! Hany tolong ambil makanan ya di lantai 11!! Kebetulan Cuma ada Yesung oppa cepetan!!” suruh Ditha.

“Ah ne~~” Aku berjalan naik keatas. Entah kenapa perasaanku tidak enak. Saat aku membuka pintu aku melihat Yesung tengah berdiri terpaku sambil menatap benda yang dipegangnya. Aku pun segera paham apa yang di bacanya itu. Oh itdak jangan sekarang Tuhan. Aku belum siap menjelaskan semuanya. Dia menoleh dan menatapku. Tatapannya terluka sekali.

“Oppa.. mianhe….” Ucapku.

 

TBC

Hahahahahah!!!

Saya kembali dengan lanjutan yang kagak jelas!!!

Gimana?? Cacact kan??

Tunggu part 7 nya

Kisah sedihnya paling memuncak di part itu kkk~~

Annyeong!!